Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan

Beda Pengakuan Bripka Agus Sulaeman dan Suyitno Soal Bunuh Adik Ipar, Polisi Gelar Rekonstruksi

Bripka Agus Suleman dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Krucil memberikan keterangan yang berseberangan, Polda Jatim segera menggelar rekonst

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Dokumen/SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi)
PEMBUNUHAN MAHASISWI UMM - Bripka Agus Sulaeman pelaku pembunuhan adik iparnya, mahasiswi UMM, Faradila Amalia Najwa (FAN) di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Senin (22/12/2025). Bripka Agus dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Krucil memberikan keterangan yang berseberangan, Polda Jatim segera menggelar rekonst 

Ringkasan Berita:
  • Bripka Agus Suleman (Anggota Polres Probolinggo) dan rekannya, Suyitno memberikan keterangan berbeda soal membunuh mahasiswi UMM, FAN 
  • Polda Jatim segera menggelar rekonstruksi guna memperoleh gambaran jelas mengenai siapa otak kejahatan, Selasa, (23/12/2025)
  • Bripka Agus mengaku sakit hati,  ingin menguasai harta korban adik iparnya sendiri

TRIBUNSUMSEL.COM - Polda Jatim akan segera menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan FAN (21) sang adik berstatus mahasiswi UMM di Pasuruan pada Selasa (23/12/2025).
 
Hal ini buntut keterangan yang disampaikan 2 orang tersangka, yakni kakak ipar korban yang merupakan anggota Polsek Krucil, Probolinggo Bripka Agus Sulaeman (Bripka AS) dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil banyak yang berseberangan.

Sebelumnya, keduanya masih menjalani pemeriksaan tambahan penyidik di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim pada Senin sore. 

Baca juga: Pengakuan Bripka Agus Sulaeman Bunuh Adik Ipar Faradila Mahasiswi UMM, Sakit Hati & Kuasai Harta

PELAKU MAHASISWI UMM - Bripka AS, anggota Polsek Krucil Polres Probolinggo yang menjadi tersangka pembunuhan adik ipar di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kini pelaku kedua akhirnya berhasil ditangkap.
PELAKU MAHASISWI UMM - Bripka AS, anggota Polsek Krucil Polres Probolinggo yang menjadi tersangka pembunuhan adik ipar di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kini pelaku kedua akhirnya berhasil ditangkap. (Dokumentasi/TribunMataraman.com/Ahsan Faradisi)

Harapannya, penyidik nantinya bisa memperoleh gambaran jelas mengenai siapa otak kejahatan di kasus pembunuhan ini.

Polisi juga ingin mengungkap secara pasti bagaimana para pelaku mengeksekusi korban, hingga bagaimana para pelaku membuang jenazah korban. 

"Jadi harus kita cek lagi dan besok rencana kita melakukan pra rekonstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya. Eksekusinya dan cara mereka melakukan dan ide siapa yang membuang; rencana membuang ke sungai tersebut," ujar  Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Senin (22/12/2025), dilansir dari Suryamalang.com.

Jumhur menyebut selama menjalani pemeriksaan awal, terdapat ketidaksesuaian keterangan antar pelaku. 

"Jadi hari ini kita konfrontir lagi ya. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda," katanya.

Pihaknya berencana menggelar pra rekonstruksi awal atas kasus tersebut, pada Selasa (23/12/2025) hari ini. 

Motif Menguasai Harta

Bripka Agus Anggota Polres Probolinggo mengaku sakit hati hingga membunuh FAN (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus adik iparnya di Pasuruan.

Pengakuan Bripka Agus itu diungkap oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur.

Selain sakit hati, lanjut Bripka Agus, ada juga pengakuan soal ingin menguasai harta korban.

"Keterangan sementara ya bilang sakit hati, ada juga terkait ingin memiliki barang gitu. Makanya masih kita dalam keterangannya supaya pas gitu motifnya," ujar Jumhur, Senin (22/12/2025), dikutip Kompas.com

Baca juga: Pekerjaan SY Pelaku Kedua Pembunuhan Faradila Amalia Najwa Mahasiswi UMM, Berteman dengan Bripka AS

Bripka Agus digelandang bersama Suyitno, pelaku lainnya, oleh Anggota Tim Jatanras Polda Jatim menuju ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/12/2025) sekira pukul 15.55 WIB. 

Ia tampak memakai kaus tahanan berwarna oranye bertuliskan Dittahti Polda Jatim, bercelana pendek, dan bersendal jepit, selama digelandang menyusuri jalanan depan gedung tersebut. 

Sebelumnya, jenazah FAN (21) ditemukan warga di sebuah sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025).

Korban ditemukan dalam kondisi terlungkup, mengenakan jaket hitam, celana panjang warna krem, serta helm berwarna pink.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved