Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan
Beda Pengakuan Bripka Agus Sulaeman dan Suyitno Soal Bunuh Adik Ipar, Polisi Gelar Rekonstruksi
Bripka Agus Suleman dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Krucil memberikan keterangan yang berseberangan, Polda Jatim segera menggelar rekonst
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Hasil autopsi sementara menunjukkan korban meninggal karena dicekik, dibuktikan dengan adanya luka lebam di tubuhnya.
Tak sendiri, Bripka Agus melakukan pembunuhan bersama Suyitno alias SY (38) yang berperan membuang jasad korban.
Melansir dari Surya.co.id, Sabtu (26/12/2025) keduanya diketahui berteman sejak kecil di Krucil, Probolinggo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku Suyitno pernah bekerja membantu kedua orangtua Bripka Agus Saleman berjualan durian.
Peran kedua pelaku yang sudah ditangkap pun masih belum dibuka secara gamblang.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan belum dapat menjelaskannya.
Hanya saja ia memastikan bahwa kedua pelaku terlibat dalam tindak pidana menghilangkan nyawa korban atau pembunuhan. Termasuk membuang jenazah korban.
"Informasi yang kami dapatkan yang jelas bahwa mereka bersama-sama melakukan dan mengetahui tindak pidana yang terjadi dan pada saat membuang mayat korban juga bersama-sama antara tersangka AS dan S," katanya.
"Sampai sekarang kami masih mendalami terkait dengan motif daripada tersangka AS maupun S. Namun yang pasti keduanya secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan sengaja," terangnya.
Hubungan Tak Harmonis
Bripka AS sendiri merupakan kakak ipar dari korban yang memang hubungan keduanya di mata keluarga korban sama sekali tidak harmonis. Begitu pun juga antara terduga pelaku dengan kakak sulung korban.
FAN sendiri merupakan anak bungsu dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Ramlan (60) dan Siti (52).
Sedangkan kakak sulung korban bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34) atau istri dari Bripka AS.
Saat ditemui wartawan Tribunjatim Network di rumah duka, ayahanda korban, Ramlan mengatakan, jika hubungan anak sulung dan anak bungsunya dengan Bripka AS yang merupakan menantunya memang sudah lama tidak harmonis.
Terakhir berkomunikasi dengan korban, menurut Ramlan, itu 3 hari sebelumnya atau pada tanggal 14 Desember 2025 yang saat itu korban meminta untuk diisikan token listrik. Karena saat itu, korban berada di Malang.
"Sebelum anak saya ditemukan meninggal dunia, dari CCTV kos nya itu terlihat dijemput oleh ojol. Kemudian tahunya kalau anak saya meninggal dunia keluarga dihubungi Polres Pasuruan setelah identitasnya diketahui dari sidik jari," kata Ramlan, Rabu (17/12/2025).
| Faradila Mahasiswi UMM Sempat Memohon Tak Dibunuh Kakak Ipar, ATM Puluhan Juta Dirampas Bripka Agus |
|
|---|
| Bripka Agus Terancam Hukuman Mati Habisi Nyawa Adik Ipar Mahasiswi UMM, Ambil Uang Korban Rp10 Juta |
|
|---|
| Marahnya Kapolda Jatim dengan Tindakan Bripka Agus Dalangi Pembunuhan Faradila Adik Iparnya, Pecat |
|
|---|
| Kakak Kandung Faradila Mahasiswi UMM yang Tewas Diperiksa, Keluarga Tuntut Bripka Agus Hukuman Mati |
|
|---|
| Polda Jatim Ungkap Motif Bripka AS dan Suyitno Bunuh Faradila Amalia Najwa Mahasiswi UMM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bripka-Agus-Suleman-dan-Suyitno-warga-Desa-Kertosuko-Krucil-memberikan-k.jpg)