Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan

Beda Pengakuan Bripka Agus Sulaeman dan Suyitno Soal Bunuh Adik Ipar, Polisi Gelar Rekonstruksi

Bripka Agus Suleman dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Krucil memberikan keterangan yang berseberangan, Polda Jatim segera menggelar rekonst

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Dokumen/SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi)
PEMBUNUHAN MAHASISWI UMM - Bripka Agus Sulaeman pelaku pembunuhan adik iparnya, mahasiswi UMM, Faradila Amalia Najwa (FAN) di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Senin (22/12/2025). Bripka Agus dan Suyitno, warga Desa Kertosuko, Krucil memberikan keterangan yang berseberangan, Polda Jatim segera menggelar rekonst 

Hasil autopsi sementara menunjukkan korban meninggal karena dicekik, dibuktikan dengan adanya luka lebam di tubuhnya.

Tak sendiri, Bripka Agus melakukan pembunuhan bersama Suyitno alias SY (38) yang berperan membuang jasad korban.

Melansir dari Surya.co.id, Sabtu (26/12/2025) keduanya diketahui berteman sejak kecil di Krucil, Probolinggo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku Suyitno pernah bekerja membantu kedua orangtua Bripka Agus Saleman berjualan durian. 

Peran kedua pelaku yang sudah ditangkap pun masih belum dibuka secara gamblang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan belum dapat menjelaskannya.

Hanya saja ia memastikan bahwa kedua pelaku terlibat dalam tindak pidana menghilangkan nyawa korban atau pembunuhan. Termasuk membuang jenazah korban. 

"Informasi yang kami dapatkan yang jelas bahwa mereka bersama-sama melakukan dan mengetahui tindak pidana yang terjadi dan pada saat membuang mayat korban juga bersama-sama antara tersangka AS dan S," katanya. 

"Sampai sekarang kami masih mendalami terkait dengan motif daripada tersangka AS maupun S. Namun yang pasti keduanya secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan sengaja," terangnya.

Hubungan Tak Harmonis

Bripka AS sendiri merupakan kakak ipar dari korban yang memang hubungan keduanya di mata keluarga korban sama sekali tidak harmonis. Begitu pun juga antara terduga pelaku dengan kakak sulung korban.

FAN sendiri merupakan anak bungsu dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Ramlan (60) dan Siti (52). 

Sedangkan kakak sulung korban bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34) atau istri dari Bripka AS.

Saat ditemui wartawan Tribunjatim Network di rumah duka, ayahanda korban, Ramlan mengatakan, jika hubungan anak sulung dan anak bungsunya dengan Bripka AS yang merupakan menantunya memang sudah lama tidak harmonis.

Terakhir berkomunikasi dengan korban, menurut Ramlan, itu 3 hari sebelumnya atau pada tanggal 14 Desember 2025 yang saat itu korban meminta untuk diisikan token listrik. Karena saat itu, korban berada di Malang.

"Sebelum anak saya ditemukan meninggal dunia, dari CCTV kos nya itu terlihat dijemput oleh ojol. Kemudian tahunya kalau anak saya meninggal dunia keluarga dihubungi Polres Pasuruan setelah identitasnya diketahui dari sidik jari," kata Ramlan, Rabu (17/12/2025).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved