Dokter Internship RSUD Meninggal Dunia

Pascakematian dr. Myta Aprilia, Seluruh Dokter Internship Ditarik dari RSUD KH Daud Arif Jambi

Praktik kedokteran internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal kini dihentikan total buntut dari kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto
DOKTER INTERNSHIP DITARIK- Potret Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, akan mereview proses internship di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Muaro Jambi. Praktik kedokteran internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal kini dihentikan total buntut dari kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy 

Ringkasan Berita:
  • Dokter Internship yang bertugas di RSUD Kh Daud Arif Kuala Tungkal untuk sementara ditarik tidak lagi bertugas disana.
  • Sebagai respon pemerintah untuk mengevaluasi kembali regulasi jam kerja dan jaminan kesehatan bagi para dokter muda di garda terdepan pelayanan kesehatan imbas meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy.
  • Dari hasil investigasi, Direktur Jenderal SDM Kesehatan, Yuli Farianti menemukan bahwa dokter internship di lokasi tersebut tidak mendapatkan hari libur.

TRIBUNSUMSEL.COM – Praktik kedokteran internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi, kini dihentikan total buntut dari kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy.

Diberitakan sebelumnya, dr. Myta Aprilia Azmy meninggal dunia setelah diduga mengalami beban kerja berlebih selama menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.

Sebagai respons awal, seluruh dokter internship yang sebelumnya bertugas di rumah sakit tersebut untuk sementara waktu ditarik.

Langkah pengosongan tenaga medis magang ini diambil pemerintah sebagai respons darurat untuk mengevaluasi kembali regulasi jam kerja dan jaminan kesehatan bagi para dokter muda di garda terdepan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Myta, Dokter Internship Meninggal Dipaksa Kerja Tanpa Libur, Ahmad Sahroni: Penyalahgunaan Wewenang

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada lagi aktivitas dokter magang di instansi yang dipimpinnya.

"Untuk sementara ditarik dulu, tidak ada lagi dokter internship di sini," kata Sahala Simatupang, Minggu (10/5/2026), dilansir dari Tribunjambi.com.

Ia menjelaskan sebelumnya terdapat 16 dokter internship yang bertugas di rumah sakit tersebut, termasuk dr. Myta.

"Dulu ada 16 orang dokter magang di sini termasuk dr. Myta," tambahnya.

Kasus ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dr. Myta mengalami beban kerja berlebih selama menjalani program internship.

Sebelum meninggal, kondisi fisik sang dokter dilaporkan menurun drastis hingga menyentuh level kritis, di mana saturasi oksigennya berada di bawah ambang batas normal, yakni kurang dari 80 persen.

Kementerian Kesehatan juga mengungkap bukti pilu berupa pesan suara terakhir dr. Myta kepada rekannya.

Baca juga: Anak Meninggal, Pengobatan Ayah dr Myta Dokter Internship yang Kena Stroke Dibantu Kemenkes

Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas keluhan fisik yang ia rasakan di sela-sela tugasnya kepada rekan sejawat.

“Iyo Bang, batuk pilek, Bang, demam, panas nian. Silau ndak bisa buka mato,” ujar Myta dalam pesan suara tersebut.

Meski dalam kondisi sakit, Myta tetap menjalankan tugas jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Hingga akhirnya, pada 27 April 2026, ia dilarikan ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan menjalani perawatan intensif di ICU.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved