Kecelakaan Kereta di Bekasi

Komut KAI Soroti Taksi Green SM Soal Kecelakaan KRL: Sensor Rusak Akibat Taksi Menyeberang

Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia, Said Aqil Siradj, menyoroti dugaan keterlibatan taksi listrik Green SM dalam rangkaian kecelakaan maut

Tayang:
Youtube/KompasTV
KECELAKAAN KERETA- Penampakan Taksi Hijau terjkait dugaan menjadi pemicu kecelakaan beruntun antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siradj menegaskan bahwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur dipicu oleh taksi listrik Green SM yang mogok di rel, sehingga menyebabkan gangguan sistem sensor pada rangkaian kereta.
  • Pihak kepolisian melalui Korlantas Polri menduga kuat adanya permasalahan elektrik atau korsleting pada armada taksi asal Vietnam tersebut saat melintasi rel di perlintasan Ampera.

TRIBUNSUMSEL.COM - Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia, Said Aqil Siradj, menyoroti dugaan keterlibatan taksi listrik Green SM dalam rangkaian kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh di Bekasi Timur.

Menurut Said, insiden bermula dari sebuah taksi listrik yang mengalami gangguan saat melintasi perlintasan rel.

Kendaraan tersebut diduga menghambat jalur hingga memicu gangguan perjalanan kereta.

Setelah berhasil dievakuasi, kemudian terjadi tabrakan kedua melibatkan KRL tujuan Jakarta-Cikarang yang sedang berhenti di Bekasi Timur dan pada saat yang bersamaan KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut. 

EVAKUASI KORBAN - Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
EVAKUASI KORBAN - Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Tribun Sumsel/Google Play)

Baca juga: Update Terbaru, Daftar 15 Identitas Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Menurut Said, sebenarnya sudah ada tanda-tanda alarm, hanya saja kereta api tidak mungkin melakukan pengereman pada saat itu.

Oleh karena itu, Said menyalahkan taksi listrik yang menyebrang tersebut karena membuat sensor rusak.

"Nggak mungkin kereta ngerem, yang salah taksi menyebrang. Karena ada taksi itu, kemudian KRL berhenti, maka sensor pun rusak, eror. Secara teknisnya saya nggak ngerti ya, tapi itulah kita-kira," ungkapnya, saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (29/4/2026).

Terkait penyebab pasti kecelakaan kereta ini, Said mengatakan bakal ada pengusutan lebih lanjut, apakah benar karena taksi itu atau ada faktor lain juga.

"Sopirnya selamat, belum sampai ketabrak kan, paling kesenggol dikit aja (taksinya). Nanti lah (ada pengusutan)," ucapnya.

Adapun, polisi telah mengamankan sopir taksi Green SM yang diduga menjadi penyebab tabrakan kereta tersebut, guna dimintai keterangan lanjut di Polres Metro Bekasi Kota.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe mengatakan menduga, taksi berwarna hijau tersebut mengalami gangguan kelistrikan saat melintasi rel kereta, sehingga mesin kendaraan mati di tengah pelintasan.

Hingga pada akhirnya membuat perjalanan kereta lainnya terganggu sampai akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa (28/4/2026).

"(KA Argo Bromo tabrak KRL) Mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat ke kereta api Argo Bromo Anggrek," tuturnya.

Lebih lanjut, Said mengatakan bahwa PT KAI bakal melakukan evaluasi setelah adanya kecelakaan yang menelan belasan korban jiwa ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved