Berita OKI

Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja, Disnakertrans OKI Buka Pelatihan Bahasa Jepang

Pemkab OKI membuka Pelatihan Bahasa Jepang, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. 

Dokumentasi Pemkab OKI
PELATIHAN BAHASA JEPANG -- Pelatihan Bahasa Jepang yang digelar Pemkab OKI, Selasa (5/8/2025). Bertempat di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) II, Kantor Bupati OKI, pelatihan ini digelar sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel membuka Pelatihan Bahasa Jepang, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Selasa (5/8/2025) di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) II, Kantor Bupati OKI.

Pelatihan ini ditujukan para pencari kerja yang berminat meniti karier di sektor formal, khususnya di luar negeri seperti Jepang, saat ini miliki permintaan tinggi terhadap tenaga kerja asing terampil.

Dalam sambutan Kepala Disnakertrans OKI, Antonio Romadhon, menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan tenaga kerja, khususnya generasi muda.

"Kami ingin generasi muda OKI mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga di level internasional. Pelatihan bahasa Jepang ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja yang lebih luas dan layak, terutama di negara-negara mitra seperti Jepang," ujarnya.

Baca juga: Bangun Proyek Fiktif Pakai Dana Desa Hingga Rp 1,1 M, Eks Kades Lirik OKI Ditangkap Polisi

Dalam kesempatan sama Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar kerja global.

"Penguasaan bahasa Jepang saat ini menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan, seiring besarnya peluang kerja di Jepang melalui berbagai skema, seperti pemagangan, kerja profesional, hingga kerja sama antar pemerintah. Pelatihan ini, lanjutnya, bukan sekadar belajar bahasa, namun membuka gerbang menuju masa depan yang lebih cerah," ujar Muchendi. 

Bupati Muchendi juga mengajak seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

"Kami mohon peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pelatihan ini peluang emas yang tidak datang dua kali, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki masa depan, mengangkat derajat diri, keluarga, dan daerah tercinta," terangnya. 

Salah satu peserta pelatihan, Rizki (23), warga Kecamatan Kayuagung, mengaku antusias mengikuti program ini.

"Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Ini kesempatan besar bagi saya untuk bisa bekerja di Jepang. Belajar bahasanya memang tidak mudah, tapi saya semangat karena ini untuk masa depan," ujarnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved