Berita Pagar Alam

Langkah Ludi Oliansyah Setelah Sejumlah SD Negeri di Pagar Alam Sepi Peminat

Hal ini dinilai Walikota harus segera dibahas secara serius dengan OPD terkait dan pihak sekolah yang bersangkutan.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Wawan Septiawan
SEKOLAH SEPI PEMINAT - Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah Beberapa Waktu yang Lalu. Langkah Ludi Oliansyah Setelah Sejumlah SD Negeri di Pagar Alam Sepi Peminat 

Kepala Sekolah SD Negeri 42 Kota Pagar Alam Elsa SPd.SD membenarkan jika saat ini sekolahnya hanya mendapat dua orang siswa baru ditahun ajaran 2025/2026 ini.

"Benar pak, tahun ini kami hanya mendapatkan siswa baru 2 orang siswa saja. Bahkan jumlah siswa kami keseluruhan hanya 18 orang mulai dari kelas I sampai kelas VI," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kelas I ada 2 siswa, kelas II ada 3 siawa, kelas III, 2 siswa, kelas IV, 2 siswa, kelas V ada 5 siswa dan kelas VI hanya ada 4 siswa.

"Setiap tahun terus ada pengurangan jumlah siswa yang masuk kesekolah kami ini pak. Ini disebabkan dilingkungan masyarakat disekitar sekolah masyarakat usia produktifnya mulai berkurang," jelasnya.

Pihak sekolah diungkapkan Elsa, bahkan sudah melakukan berbagai upaya untuk menambah jumlah siswa baru dengan cara melakukan jemput bola ke masyarakat.

"Kami sudah jemput bola pak, tapi kebanyakan masyarakat lebih memilih sekolah yang lokasinya berada ditepi jalan protokol. Karena untuk kesekolah kami tidak ada angkutan umum karena berada didalam permukiman," ungkapnya.

Selian itu, pihak sekolah sempat mengajak sejumlah sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang ada disekitar sekolah untuk bekerjasama dengan tujuan setelah tamat berlajar di PAUD siswanya bisa masuk ke SD 42.

"Kami bahkan sempat menawarkan pinjaman ruang kelas kepada sekolah PAUD, agar nantinya siswanya bisa melanjutkan sekolah ke SD kami. Namun  upaya ini tidak berhasil karena kebanyakan PAUD sudah punya gedung sendiri," katanya.

Terkait masalah guru berprestasi, pihaknya menyebutkan jika di sekolah mereka sudah ada guru yang aktif mengikuti pelatihan.

Namun hal itu tidak menjadi daya tarik signifikan, tetap masalah utamanya yaitu sedikitnya penduduk usia produktif disekitar sekolah.

"Harus duduk bersama antara pihak sekolah, dinas dan pemkot Pagar Alam untuk mencari solusi atas hal ini. Agar kedepan ada aturan seperti zonasi sekolah untuk menambah jumlah siswa baru disekolah kami ini," tegasnya.

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved