Berita Pagar Alam

Langkah Ludi Oliansyah Setelah Sejumlah SD Negeri di Pagar Alam Sepi Peminat

Hal ini dinilai Walikota harus segera dibahas secara serius dengan OPD terkait dan pihak sekolah yang bersangkutan.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Wawan Septiawan
SEKOLAH SEPI PEMINAT - Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah Beberapa Waktu yang Lalu. Langkah Ludi Oliansyah Setelah Sejumlah SD Negeri di Pagar Alam Sepi Peminat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah cukup prihatin terkait adanya Sekolah Dasar (SD) di Kota Pagar Alam yang hampir tidak mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.

Hal ini dinilai Walikota harus segera dibahas secara serius dengan OPD terkait dan pihak sekolah yang bersangkutan.

Untuk mengetahui kendala dan akar masalah dari fenomena ini yang telah terjadi bertahun-tahun.

Hal itu menjadi bukti di SDN 71 dan SDN 42 yang hanya memiliki total 15 dan 18 siswa saja.

"Jika dilihat dari jumlah seluruh siswa yang ada di dua sekolah tersebut menunjukan jika hal ini sudah terjadi bertahun-tahun. Karena untuk kelas VI saja di SD 42 hanya ada 4 siswa jadi sudah enam tahun hal itu terjadi," ujar Walikota Pagar Alam kepada sripoku.com, Selasa (5/8/2025).

Jika hal ini sudah terjadi cukup lama harusnya sudah menjadi perhatian dari semua pihak dan dapat dicari akar masalah dan masalahnya dipecahkan.

"Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta saya minta nanti sekolah yang jumlah siswanya sedikit untuk duduk bersama agar kita tahu apa akar masalah dari hal ini," katanya.

"Untuk bisa memecahkan masalah, kita harus tahu dulu akar masalah. Setelah tahu maka nanti akan kita bahas apa saja langka kita untuk mengatasi masalah ini," tambahnya.

Jika memang harus diambil kebijakan maka Pemkot Pagar Alam akan berkoordinasi dengan pihak DPRD Pagar Alam untuk menentukan langka apa yang harus diambil.

Baca juga: Miris, SDN 71 Pagar Alam Hanya Dapat 1 Siswa Baru Tahun Ajaran Ini, Total Murid Hanya 15

Baca juga: Tegaskan Sanksi, Wakapolres Pagar Alam Ingatkan Personel Tak Terlibat Narkoba

Penyabab Siswa Baru Berkurang

Ternyata bukan saja Sekolah Dasar (SD) Negeri 71 Kelurahan Gunung Dempo Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam yang hanya mendapatkan 1 siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026 di Kota Pagar Alam.

Jika SD 71 dikitnya siswa baru disebabkan lokasinya berada dipelosok dan permukiman penduduk disekitar sedikit, berbeda dengan kasus SD Negeri 42 yang berada di Desa Karang Dapo Kelurahan Tumbak Ulas Kecamatan Pagar Alam Selatan.

Sekolah ini lokasinya padahal berada di pusat Kota, namun memang letak sekolahnya berada ditengah permukiman yang tidak padat penduduk.

Dari hasil penyelusuran Sripoku.com, Selasa (5/8/2025), meskipun pada dasarnya lokasi sekolah berada di tengah Kota, namun lokasi bangunannya berada di tengah permukiman yang tidak padat penduduk.

Ditambah dipermukiman tersebut masyarakat usia produktif sudah berkurang.

Kepala Sekolah SD Negeri 42 Kota Pagar Alam Elsa SPd.SD membenarkan jika saat ini sekolahnya hanya mendapat dua orang siswa baru ditahun ajaran 2025/2026 ini.

"Benar pak, tahun ini kami hanya mendapatkan siswa baru 2 orang siswa saja. Bahkan jumlah siswa kami keseluruhan hanya 18 orang mulai dari kelas I sampai kelas VI," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kelas I ada 2 siswa, kelas II ada 3 siawa, kelas III, 2 siswa, kelas IV, 2 siswa, kelas V ada 5 siswa dan kelas VI hanya ada 4 siswa.

"Setiap tahun terus ada pengurangan jumlah siswa yang masuk kesekolah kami ini pak. Ini disebabkan dilingkungan masyarakat disekitar sekolah masyarakat usia produktifnya mulai berkurang," jelasnya.

Pihak sekolah diungkapkan Elsa, bahkan sudah melakukan berbagai upaya untuk menambah jumlah siswa baru dengan cara melakukan jemput bola ke masyarakat.

"Kami sudah jemput bola pak, tapi kebanyakan masyarakat lebih memilih sekolah yang lokasinya berada ditepi jalan protokol. Karena untuk kesekolah kami tidak ada angkutan umum karena berada didalam permukiman," ungkapnya.

Selian itu, pihak sekolah sempat mengajak sejumlah sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang ada disekitar sekolah untuk bekerjasama dengan tujuan setelah tamat berlajar di PAUD siswanya bisa masuk ke SD 42.

"Kami bahkan sempat menawarkan pinjaman ruang kelas kepada sekolah PAUD, agar nantinya siswanya bisa melanjutkan sekolah ke SD kami. Namun  upaya ini tidak berhasil karena kebanyakan PAUD sudah punya gedung sendiri," katanya.

Terkait masalah guru berprestasi, pihaknya menyebutkan jika di sekolah mereka sudah ada guru yang aktif mengikuti pelatihan.

Namun hal itu tidak menjadi daya tarik signifikan, tetap masalah utamanya yaitu sedikitnya penduduk usia produktif disekitar sekolah.

"Harus duduk bersama antara pihak sekolah, dinas dan pemkot Pagar Alam untuk mencari solusi atas hal ini. Agar kedepan ada aturan seperti zonasi sekolah untuk menambah jumlah siswa baru disekolah kami ini," tegasnya.

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved