Berita Palembang
Awalnya Iseng Main Borgol Satpam Sekolah, Berujung Siswa SMP di Palembang Minta Tolong ke Damkar
Berawal iseng memainkan borgol satpam sekolah berujung membuat siswa SMP di Palembang harus meminta bantuan petugas Damkar.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Berawal iseng memainkan borgol satpam sekolah berujung membuat siswa kelas 8 SMP swasta di Kelurahan 10 Ulu, Palembang, Sumsel harus meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Remaja laki-laki tersebut meminta bantuan damkar pos Kemuning untuk melepaskan borgol dari tangannya.
Kasi Rescue Dinas Damkar Palembang, Deni mengatakan, laporan tersebut pihaknya terima setelah pelajar tersebut bersama sekuriti sekolah menghubungi dan mendatangi pos.
"Pelapornya seorang siswa SMP inisial AS tentang tangannya terkunci borgol, lalu kami evakuasi dengan cara memotong borgol tersebut, " ujar Deni, Sabtu (2/8/2025).
Baca juga: Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter Muncul di Atap Kios Terminal PALI, Gercep Dievakuasi Damkar
Baca juga: Takut Diamputasi, Remaja Datangi Damkar Musi Rawas Minta Lepaskan Cincin, Rela Tempuh Jarak 36 Km
Proses evakuasi berlangsung selama beberapa menit, sampai akhirnya borgol bisa dilepas dari tangan AS.
"Kami terima laporan itu hari Rabu sekitar pukul 17.00 WIB lalu eksekusi selesai sekitar pukul 17.18 WIB," katanya.
Danru Rescue A Irsan Abdullah menambahkan tangan remaja tersebut bisa terkunci karena memainkan borgol milik sekuriti sekolah.
"Dia main borgol satpam sekolah sama temannya, pas tangannya sudah terkunci malah tak bisa dibuka lagi. Anak ini datang ke pos diantar satpam sekolah," kata Irsan.
Kunci untuk membuka sebenarnya ada, namun karena borgol sudah terlalu masuk ke dalam membuat kunci tak bisa lagi digunakan.
"Ada kuncinya tapi karena borgol sudah masuk terlalu dalam jadi (kunci) tidak bisa digunakan lagi. Makanya datang ke pos minta bantuan supaya borgolnya dipotong, " jelasnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Kasus Hantavirus Ditemukan di Sejumah Wilayah, Dinkes Sumsel Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan |
|
|---|
| Penumpukan Kendaraan Masih Terjadi Saat CFD, Pemkot Palembang Akui Masih Kurang Sosialisasi |
|
|---|
| Emak-emak di Palembang Viral, Usai Ngamuk dan Maki Petugas Saat Pengalihan Arus Kendaran Karena CFD |
|
|---|
| Duka Andi, Tokonya di Pasar 16 Ilir Palembang Hangus Terbakar, Seluruh Modal Usah Raib |
|
|---|
| CFD di Palembang Disambut Antusias Masyarakat, Ratu Dewa Minta Maaf Jembatan Ampera Ditutup Sebentar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Awalnya-Iseng-Main-Borgol-Satpam-Sekolah-Berujung-Siswa-SMP-di-Palembang-Minta-Tolong-ke-Damkar.jpg)