PPG

9 Contoh Studi Kasus PPG 2025 untuk Jenjang SD, Lengkap 500 Kata

Artikel ini berisi 9 contoh studi kasus pendidikan profesi guru (PPG) 2025 untuk jenjang SD, lengkap 500 kata.

Gemini AI
PENDIDIKAN PROFESI GURU - Daftar 9 contoh studi kasus PPG 2025 untuk jenjang SD, lengkap 500 kata. 

TRIBUNSUMSEL.COM- Bagi Anda peserta pendidikan profesi guru (PPG) yang membutuhkan contoh studi kasus, bisa menggunakan rekomendasi berikut ini.

CONTOH STUDI KASUS 1

"Pengalaman Nyata Dalam Melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi"

1. Permasalahan yang Pernah Saya Hadapi 

Sebagai Seorang Guru, saya pernah menghadapi permasalahan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di kelas rendah.

Salah sa satu permasalahan utama adalah adanya perbedaan kemampuan yang signifikan di antara murid murid. Beberapa murid sangat cepat memahami materi, samentara yang lain memerlukan waktu lebih lama dan pendampingan lebih intensif. 

Selain itu, ada murid yang cenderung pasif dan enggan berbicara atau kurang berpartisipasi dalam diskusi kelas, yang membuat saya kesulitan untuk menggali ide dan pendapat mereka. 

2. Upaya Saya untuk Menyelesaikannya 

Untuk mengatasi permasalahan ini saya melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 

Identifikasi Kebutuhan Murid, Saya melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan dan kebutuhan setiap mund. Hal ini membantu saya memahami siapa saja yang memerlukan pendampingan lebih intensif dan siapa yang bisa diberikan tantangan tambahan. 

Pendampingan Individu, Saya memberikan pendampingan individu kepada murid yang cenderung pasif dan enggan berbicara. Saya menggunakan pertanyaan pemantik untuk membantu mereka menyusun cerita atau pendapat yang akan disampaikan. Misalnya, saya bertanya tentang pengalaman menarik yang pemah mereka alami dan bagaimana perasaan mereka saat itu. 

Diferensiasi Konten dan Proses Saya membagi murid menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Murid yang memerlukan bimbingan diberikan materi dasar dan pendampingan lebih intensif, sementara murid sudah mampu diberikan tugas tambahan seperti membuat gambar terkait dengan pengalaman menarik tentang pembelajaran pada hari tersebut. 

Penggunaan Media Pembelajaran: Saya menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, seperti gambar, video, dan alat peraga sederhana, untuk menarik minat murid dan memudahkan mereka memahami materi. Misalnya, saya meminta murid untuk menggambar pengalaman menarik mereka sebelum menceritakannya secara lisan. 

3. Hasil dari Upaya yang telah Saya lakukan

Hasil dari upaya tersebut cukup memuaskan, murid yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan peningkatan dalam partisipasi dan keberanian untuk berbicara. Mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan ide mereka. Murid yang memerlukan bimbingan juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, murid yang sudah mampu merasa lebih tertantang dan termotivasi dengan tugas tambahan yang diberikan. 

4. Pengalaman Berharga yang Bisa Saya Petik: 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved