12 Tahun Layanan BPJS Kesehatan, ini Tiga Isu yang Masih Butuh Perhatian Semua Pihak

Timboel mengatakan tiga isu mnyelenggaraa JKN itu adalah kepesertaan, manfaat dan pelayanan serta pembiayaan.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Sri Hidayatun
lisma/tribunsumsel.com
LAYANAN BPJS KESEHATAN-- Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar memaparkan Isu dan Tantangan BPJS Kesehatan dalam kegiatan Media Gathering Sosialisasi JKN, berlangsung di Hotel Horison Lampung, Kamis (12/6/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM,BANDARLAMPUNG - Tahun 2025 menjadi tahun ke 12 pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Telah banyak masyarakat yang terbantu oleh JKN, di lain pihak masih banyak kendala dan tantangan yang harus menjadi perhatin tidak hanya oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara tapi juga stakeholder dan masyarakat.

Di sisi lain JKN masih menghadapi tantangan yang perlu diperbaiki untuk memperkuat JKN.

Hal ini dikemukakan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, Kamis 12/6/2025 pada kegiatan sosialisasi JKN kepada Pemimpin Redaksi Media di lingkungan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah III Sumbagsel di Hotel Horison Bandar Lampung.

Timboel mengatakan tiga isu mnyelenggaraa JKN itu adalah kepesertaan, manfaat dan pelayanan serta pembiayaan.

Dari sisi kepesertaan dan pembiayaan , kata Timboel, menurut data hingga September 2024 total peserta JKN sebesar 277.143.330 atau 98 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Dari total tersebut, peserta JKN yang aktif hanya sebesar 219.964.235.

Peserta JKn yang non aktif karena menunggak berjumlah 15.044.152 dan peserta non aktif mutasi sebanyak 42.134.948 orang.

Baca juga: Nafa Urbach Ngamuk Sentil Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Minta Jangan Main-main

Dari data ini terlihat masih banyak peserta mandiri yang menunggak yang menyebabkan layanan JKN non aktif.

Demikian juga untuk perusahaan banyak yang menunggak untuk membayarkan iuaran JKN karyawannya.

"Disinilah peran pemerintah, peran negara untuk hadir. Ingatkan bahwa penerima upah itu harus bayar 5 persen untuk iuran. Karena progam JKN ini bukan tugas BPJS Kesehatan saja," ujarnya.

Tantangan lain yang harus dicarikan solusi adalah bagaimana kemensos melakukan cleansing data yang tidak objektif dan tanpa konfirmasi ke masyarakat untuk penerima JKN KIS.

Ini agar JKN untuk masyarakat miskin benar benar tepat sasaran.

Sementara pembicara lain Analis Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat Muda Sanny Christian mengatakan  jumlah peserta JKN dari 2014-2024 telah jauh meningkat.

Tahun 2014 peserta JKN tercatat hanya 133.422.653 menjadi 280.073.651 per 31 Mei 2025 Atau mencapai hampir 100 persen.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved