Hari Lahir Pacasila

Memahami Esensi dan Makna Pancasila dan Kecocokannya dengan Ayat-ayat Alquran

Mari kita laksanakan saja isi-isinya, karena melaksanakan isi Pancasila sama dengan melaksanakan isi Al-Qur’an

Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUN SUMSEL
NILAI-NILAI PANCASILA -- Ilustrasi peringatan Hari Lahir Pancasila, berikut tulisan opini tentang Pancasila dan Kecocokan dengan ayat-ayat Alquran. 

TRIBUNSUMSEL.COM —Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Pancasila adalah dasar dan falsafah negara Republik Indonesia. Negara tempat kakek  buyut, ibu bapak, kita sendiri dan anak-anak kita lahir dan dibesarkan. Tempat di mana kita makan dan minum, mencari rezeki. Negeri tempat kita tidur, beristirahat, bersenang-senang. Tanah tempat kita akan dimakamkan ketika kita meninggal.

Marilah kita tingkatkan takwa kita dengan sebenar-benar takwa, yaitu senantiasa tetap segera mohon ampun, bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, selalu menahan amarah, senantiasa memaafkan kesalahan orang dan gemar berbuat baik.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Juga marilah kita bersyukur kepada Allah robbil alamin dan bersyukur kepada kedua orang ibu/bapak kita masing-masing, sholawat dan keselamatan semoga tercurah sampai kepada seluruh para nabi dan rosul Allah, dimulai dari nabi Adam As sampai dengan nabi Muhammad Saw.

Kali ini kita coba mempelajari Esensi Pancasila dalam pandangan Al-Qur’an.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Di dalam sejarah bangsa, bulan Mei sampai dengan Agustus merupakan detik-detik puncak perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan, selama itu juga para bapak bangsa dan segenap rakyat bahu membahu memperjuangkan dasar negara yang majemuk, dasar negara yang mampu mengikat semua perbedaan menjadi satu kesatuan, yang sekarang kita kenal dengan Pancasila.

Pancasila adalah 5 dasar pokok yang menjadi pedoman dan falsafah hidup seluruh rakyat Indonesia.

Banyak warga negara Indonesia sendiri mempermasalahkan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara. Banyak opini-opini yang bahkan menyudutkan Pancasila sebagai dasar negara dan bahkan jelas ada kelompok-kelompok yang ingin mengganti falsafah negara tersebut dengan ideologi lain misalnya komunis, khilafah dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana kita sebagai umat muslim menyikapi hal tersebut agar hidup kita di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap diridhoi Allah?

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Kita sebagai umat beragama selayaknya tidak berselisih terhadap segala sesuatu yang kita tidak mengetahui ilmunya.

Allah telah menjelaskan yang demikian ini di dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran:66 yang bunyinya:
هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجۡتُمۡ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Mengapa kita tidak perlu memperdebatkan Pancasila? Marilah kita buka kembali teks dan butir-butir Pancasila sekaligus kita buka ayat-ayat di dalam Al-Qur’an.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved