Hari Buruh 2025

Sejarah Singkat Peringatan Hari Buruh 1 Mei di Indonesia, Sempat Dilarang pada Masa Orde Baru

Artikel ini berisi sejarah singkat peringatan Hari Buruh 1 Mei di Indonesia, yang sempat dilarang pada masa orde baru.

Tribun Sumsel
ILUSTRASI BURUH - Sejarah singkat peringatan Hari Buruh 1 Mei di Indonesia, yang sempat dilarang pada masa orde baru. 

TRIBUNSUMSEL.COM- Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia yang dirayakan setiap tahunnya, termasuk di Indonesia.

Hari tersebut sering kali diperingati dengan demonstrasi, pidato, dan acara-acara lainnya yang bertujuan untuk menyoroti isu-isu pekerja, termasuk hak-hak pekerja, kondisi kerja yang aman, dan upah yang layak.

Perayaan Hari Buruh memiliki akar sejarah yang panjang dalam perjuangan gerakan buruh untuk memperoleh hak-hak yang adil di tempat kerja.

Termasuk di Indonesia, Hari Buruh diperingati setiap 1 Mei. Saat ini May Day 1 Mei ditetapkan hari libur tanggal merah ditandai di kalender. 

SEJARAH HARI BURUH DI INDONESIA

Di Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati pada pada tahun 1920

Namun, pada masa pemerintahan Orde Baru, Hari Buruh tidak lagi diperingati.

Sehingga, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi.

Hal tersebut disebabkan gerakan buruh dihubungkan dengan paham komunis sejak kejadian G30S pada 1965 di Indonesia.

Era Orde Baru berakhir, Indonesia memasuki masa reformasi dan hari buruh kembali rutin dirayakan di banyak kota di Indonesia dan mengusung berbagai tuntutan mulai dari kesejahteraan hingga penghapusan sistem alih daya.

Presiden BJ Habibie sebagai presiden pertama di masa reformasi melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh.

Walaupun bukan hari libur, setiap 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan berbagai aksi di berbagai kota.

Peringatan May Day mulai tahun 1999-2006, tidak ada tindakan para buruh yang masuk kategori membahayakan ketertiban umum.

Justru adanya tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh.

Dikarenakan, aparat keamanan masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day dilatarbelakangi gerakan komunis.

Kekhawatiran adanya kerusuhan akibat gerakan massa buruh setiap tanggal 1 Mei, ternyata tidak terbukti.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved