Berita Palembang

UIN Raden Fatah Palembang Dorong Lulusan Ambil Peluang di Era Disrupsi

Plt Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A mengatakan, era disrupsi sejalan dengan perkembangan teknologi digital.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
linda trisnawati/tribunsumsel.com
Wisuda - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar wisuda ke- 92. Dalam wisuda kali ini diikuti sebanyak 1000 peserta dari berbagai fakultas, Sabtu (26/4/2025). 

Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh para alumni dalam memanfaatkan peluang di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pertama, mengoptimalkan kecerdasan intelektual. Sebagai alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tidak hanya konsen di bidang keagamaan.

Para alumni mesti memiliki kemampuan intelektual yang multidisipliner, tidak monodisipliner dengan memperkaya khazanah keilmuan di dunia nyata.

Sebagai alumni dari alamamater Perguruan Tinggi Islam harus memiliki paradigma integratif yang menjadikan Islam sebagai agama yang tidak hanya berkaitan dengan teologis, religiusitas, dan spiritual saja, tetapi juga menjadikan Islam sebagai sumber pengetahuan dari berbagai aspek keilmuan.

Alumni mesti menjadikan Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan sains, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya agar menjadi sarjana muslim yang memiliki kompetensi selain pengetahuan keagamaan.

Kedua, para alumni harus memiliki kreatifitas dan inovasi. Di zaman ini, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk dijadikan modal agar dapat berdaya saing, apalagi di kancah global.

Para alumni harus terus meningkatkan kualitas diri dengan cara mengasah daya kreatifitas. Kemampuan inovasi sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah karya yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomis.

“Oleh karena itu, Rektor UIN Raden Fatah berpesan kepada seluruh alumni agar tidak hanya menjadi konsumen dari berbagai prodak teknologi tetapi juga menjadi produsen.

Tidak hanya menjadi objek yang dikendalikan dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi subjek yang mengendalikan.

“Kemampuan ini hanya dapat dibangun dengan niat dan usaha yang intens secara terus menerus oleh para alumni, di mana pun dan kapan pun agar menjadi Sumber Daya Manusia yang siap pakai di dunia kerja,” katanya.

Para alumni mesti membangun sebuah jaringan yang luas terhadap berbagai pihak dengan berbagai latarbelakang (multidisipliner) khususnya di dunia industri.

“Kemampuan ini hanya dapat dibangun dengan niat dan usaha yang intens secara terus menerus oleh para alumni, di mana pun dan kapan pun agar menjadi Sumber Daya Manusia yang siap pakai di dunia kerja,” katanya.

Para alumni mesti membangun sebuah jaringan yang luas terhadap berbagai pihak dengan berbagai latarbelakang (multidisipliner) khususnya di dunia industri.

Dengan demikian, para alumni menjadi seorang yang produktif, tidak menjadi sang pencari kerja, justru membuka lapangan kerja bagi anak-anak bangsa khususnya di pedesaan.

Ketiga, di samping memiliki kemampuan intelektual, kreatifitas, dan inovasi, sebagai sarjana muslim, para alumni harus menjadi marcusuar kearifan di tengah globalisasi.

"Para alumni harus senantiasa menginterasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya di setiap aspek-aspek kehidupan," katanya. 

Baca berita menarik lainnya di google news

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved