Berita Nasional

Sosok Ihwan Sahab WNI Dipekerjakan Jadi Scammer di Kamboja, Tewas Disiksa Gegara Tak Capai Target

Sosok Ihwan Sahab (28) warga Kelurahan Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tewas di Kamboja pada Senin (14/4/2025) pagi. 

|
Editor: Moch Krisna
(ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com)
WARGA BEKASI TEWAS DISIKSA - Subiyantoro (23) menunjukkan foto semasa hidup sang kakak, Ihwan Sahab (28). Ihwan dinyatakan meninggal di Kamboja diduga karena disiksa sesama pekerja scamming. 

Dimakamkan di Kamboja

 Keluarga pun memutuskan jenazah Ihwan dimakamkan di Kamboja. Pasalnya, keluarga tak mampu membayar biaya pemulangan jenazah ke Tanah Air yang mencapai ratusan juta rupiah. "Saya sepakat dimakamkan di sana saja karena prosesnya cukup lama, dua minggu. Biaya juga besar sekitar ratusan juta, total habis sekitar Rp 200 juta," kata Subiyantoro.

Saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit Kamboja. Keluarga masih menunggu kabar jadwal pemakaman korban. Subiyantoro menekankan bahwa pihaknya meminta KBRI memakamkan jenazah secara Islam. Keluarga juga meminta KBRI Phnom Penh mendokumentasikan proses pemakaman.

 "Harus ada bukti, foto, video proses pemandian, pengafanan, shalat jenazah dan pemakaman secara komplet untuk memastikan bahwa itu jenazah kakak saya," jelasnya. Apabila tak didokumentasikan, keluarga akan menempuh jalur hukum.

"Kalau tidak saya minta tanggung jawabnya ke KBRI. Bakal saya proses hukum kalau memang itu tidak ada," kata dia.

Wakafkan 24 Al Quran

Ketika bekerja di Kamboja, korban ternyata sempat mewakafkan 24 Al Quran ke pondok pesantren (ponpes). 

"Iya dia mewakafkan Alquran ke sebuah pesantren. Itu satu dus. Satu dus itu sekitar 24 pcs," kata Subiyantoro. 

 Sejumlah warga juga mengetahui korban membelikan Al Quran santri di ponpes dekat rumahnya. Di mata para tetangga, korban dikenal sebagai sosok yang baik dan rajin mengikuti kegiatan mengaji. "Emang dikenal baik orangnya.

Di sini pun dia dikenal baik," jelasnya. Selain itu, Subiyantoro mengatakan, kakaknya berangkat ke Kamboja dengan tujuan mulia, yakni ingin membanggakan kedua orangtua sekaligus memperbaiki perekonomian keluarga.

Selama bekerja di Kamboja, korban kerap membelikan sejumlah barang elektronik untuk seluruh anggota keluarga. "Dari awal dia berangkat itu dia sudah baik banget kayak beliin ponsel orangtua, beliin mesin cuci orangtua, beliin saya laptop, beliin istri saya kamera, itu sudah baik banget," imbuh dia.

(*)

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved