PPG
Referensi Jawaban: Tugas Mandiri Modul Fikih Topik 1-8, PPG Kemenag Daljab 2025
Melansir dari kanal Youtube Elisa Nurarofah dan beberapa sumber lainnya, inilah referensi jawaban Tugas Mandiri Modul Fikih Topik 1-8, PPG Kemenag Dal
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Putri Kusuma Rinjani
Pembelajaran yang menyentuh sisi afektif dan sosial peserta didik membuat proses belajar menjadi lebih dalam, membekas, dan mendorong karakter positif. Ini berkaitan erat dengan nilai-nilai karakter serta keberhasilan jangka panjang peserta didik, terutama dalam menghadapi tantangan global.
4. Peran Guru sebagai Konselor, Fasilitator, dan Supervisor
Gagasan dari layanan bimbingan konseling dan supervisi klinis menekankan bahwa guru profesional tidak hanya mengajar, tetapi juga membina, membimbing, dan mendampingi perkembangan peserta didik serta rekan sejawat.
Pendekatan ini memerlukan kemampuan komunikasi, empati, dan refleksi yang kuat. Guru ideal di era modern adalah pembelajar sepanjang hayat yang mampu membina iklim belajar sehat dan kolaboratif di kelas maupun lingkungan sekolah.
5. Transformasi Guru di Era Digital dan Al
Gagasan ini menyoroti pentingnya transformasi peran guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Al. Guru tidak tergantikan, melainkan perlu berevolusi menjadi profesional yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran, menganalisis kebutuhan siswa, dan mengembangkan pembelajaran personalisasi. Guru juga dituntut untuk memahami karakteristik generasi Z dan Alpha yang digital-native, serta merancang pembelajaran yang relevan dengan dunia mereka.
_____
B. Materi/Konsep Apa Saja dalam Topik Tersebut yang Menurut Anda Menimbulkan Miskonsepsi/Salah Mengerti dari Topik 1 Sd. Topik 8
Contoh Jawaban:
1. Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL)
- Miskonsepsi: Banyak guru mengira bahwa PBL dan PJBL sama, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda.
- Penjelasan: PBL berfokus pada penyelesaian masalah terbuka berbasis pertanyaan kritis, sementara PJBL lebih menekankan pada produk akhir dan proses pengerjaan proyek. Salah pemahaman ini bisa menyebabkan perencanaan pembelajaran yang tidak sesuai tujuan.
2. Differentiation Based Learning (DBL)
- Miskonsepsi: Ada anggapan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berarti membuat banyak RPP atau memberikan perlakuan berbeda secara terus- menerus kepada setiap anak.
- Penjelasan: Padahal, DBL berfokus pada memberi pilihan dan fleksibilitas sesuai kebutuhan belajar siswa, bukan membuat pelajaran yang sepenuhnya berbeda untuk tiap anak. Guru hanya perlu mengelola variasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar secara strategis.
3. Pendekatan TPACK
- Miskonsepsi: Banyak yang memahami TPACK hanya sebagai penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
- Penjelasan: Padahal, TPACK adalah kerangka integratif yang menekankan pada sinergi antara pengetahuan konten (materi), pedagogik (cara mengajar), dan teknologi. Kesalahpahaman ini membuat guru hanya fokus pada alat digital, bukan bagaimana alat tersebut mendukung pemahaman siswa terhadap materi.
4. Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)
- Miskonsepsi: Ada yang berpikir bahwa joyful learning berarti belajar sambil bermain tanpa arah atau target yang jelas.
- Penjelasan: Joyful learning tetap harus dirancang bermakna dan penuh perhatian (mindful), serta menyasar pemahaman mendalam (meaningful). Jika tidak dipahami secara utuh, pembelajaran bisa menjadi "menyenangkan tapi kosong" dari segi substansi.
5. Layanan Bimbingan Konseling untuk Supervisi Klinis
- Miskonsepsi: Supervisi klinis hanya dianggap sebagai penilaian kinerja guru.
- Penjelasan: Supervisi klinis sebenarnya adalah pendekatan pembinaan profesional yang menekankan pada dialog reflektif antara supervisor dan guru, dengan pendekatan yang suportif, bukan menghakimi. Salah paham ini dapat menyebabkan ketakutan atau penolakan terhadap supervisi.
6. Pendidikan Inklusi (Layanan Anak Berkebutuhan Khusus)
- Miskonsepsi: Pendidikan inklusi dianggap sebagai kewajiban guru untuk "menyembuhkan" atau "menyamakan" semua siswa ABK dengan siswa umum.
- Penjelasan: Padahal, inklusi adalah tentang memberikan akses, dukungan, dan penerimaan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing anak, bukan menyamakan hasil belajar.
Modul Fikih
Tugas Mandiri
Pendidikan Profesi Guru
PPG Kemenag Daljab 2025
Tribunsumsel.com
Pedagogik
Kunci Jawaban Guru
Jawaban Refleksi Jurnal: Perubahan yang Dirasakan Setelah Mengerjakan Tugas Aksi Nyata Terpilih |
![]() |
---|
15 Latihan Soal Post Test PPA Umum 1 PPG 2025 Beserta Kunci Jawabannya, Pembelajaran Mendalam |
![]() |
---|
Jawaban Soal: Urutan Fase untuk Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD |
![]() |
---|
Jawaban Refleksi: Apakah Anda Merasa Telah Menjadi Teladan yang Baik Bagi Peserta Didik? |
![]() |
---|
6 Jawaban Soal: Apa Motivasi Anda Mengikuti PPG Prajabatan 2025? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.