Idul Fitri 2025

Omzet Toko Oleh-oleh di Sekitar Pintu Tol Keramasan Palembang Meningkat Saat Momen Mudik Lebaran

Toko ini menawarkan beragam jenis pempek, mulai dari pempek kapal selam, lenjer, adaan, hingga tekwan dan kerupuk.

Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Syahrul Hidayat
MUDIK - Pemudik Serbu toko Oleh Oleh Kerupuk dan Kempelang Pempek Ellen di Jalan Sriwijaya Raya, Karya Jaya Palembang, Kamis (27/3/2025). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, arus mudik yang melintasi Kota Palembang membawa berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner khas Palembang. Pempek, kuliner ikon kota ini, menjadi buruan utama para pemudik sebagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. 

TRIBUNSUMSEL.COM, OGAN ILIR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, arus mudik yang melintasi Kota Palembang membawa berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner khas Palembang.

Pempek, makanan ya ygng menjadi ikon kota ini, menjadi buruan utama para pemudik sebagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

Sepanjang jalur mudik, terutama di Jalan Sriwijaya Raya, perbatasan Pemulutan (Ogan Ilir) dan Karya Jaya (Palembang) terlihat geliat UMKM yang menjajakan kuliner khas Palembang, pempek dengan berbagai varian.

Salah satu pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi adalah Pempek Ellen.

Toko ini menawarkan beragam jenis pempek, mulai dari pempek kapal selam, lenjer, adaan, hingga tekwan dan kerupuk.

Tak ketinggalan, bumbu khas pempek yang menjadi pelengkap cita rasa juga tersedia.

Selain untuk dikemas dalam kotak untuk dibawak pulang kampung, pemudik yang tidak berpuasa karena dalam perjalanan bisa menikmati di tempat yang nyaman dan parkir luas.

Hengky, Kepala Toko Pempek Ellen, ketika dijumpai pada Kamis (27/3/2025), mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan mulai terasa sejak sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

"Tahun ini, puncak keramaian terjadi pada H-5 Lebaran. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana keramaian sudah terasa jauh sebelum masa mudik," ujarnya.

Hengky menambahkan, mereka menjual pempek dengan harga 4.500 per biji dan dijamin enak.

Dikatakan Hengky sejak musim mudik lebaran jumlah produksi pempek meningkat dari hari biasa.

"Hari biasa itu sekitar 800 sampai 1000 biji, kini kita produksi 1000 hingga 1500 biji," katanya

Hengky bersyukur bahwa arus mudik tahun ini tetap membawa berkah bagi UMKM seperti tokonya.

"Alhamdulillah, penjualan tetap meningkat. Pempek masih menjadi oleh-oleh favorit pemudik," katanya.

Para pemudik pun mengaku senang bisa membawa pulang pempek sebagai buah tangan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved