Berita Nasional

Sosok Dede Irawan, Oknum TNI AL Berpangkat Kelasi Dua Tembak Mati Sales Mobil di Aceh Utara

Sosok Dede Irawan alias DI oknum TNI AL yang tembak mati sales mobil bernama Hasfiani alias Imam di Aceh Utara.Melansir dari Kompas.com, selasa (18

Editor: Moch Krisna
Kolase/Serambinews
TNI BUNUH WARGA : Dede Irawan, seorang prajurit TNI AL Lhokseumawe berpangkat Kelasi Dua, menembak mati seorang sales mobil bernama Hasfiani alias Imam saat uji kelaikan (test drive) di Aceh Utara. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sosok Dede Irawan alias DI oknum TNI AL yang tembak mati sales mobil bernama Hasfiani alias Imam di Aceh Utara.

Melansir dari Kompas.com, selasa (18/3/2025) DI berpangkat Kelasi Dua (KLD) di Pangkalan TNI AL Lhokseumawe.

Adapun Komandan Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lhokseumawe, Mayor Laut (MP) A. Napitupulu, membenarkan bahwa pelaku merupakan prajurit aktif.

“Peristiwa itu melibatkan pelaku pembunuhan yang merupakan oknum TNI AL, Kelasi Dua DI. Sekarang pelakunya sudah ditahan,” ujarnya/

Kelasi Dua adalah pangkat terendah di struktur tamtama.

SALES MOBIL DITEMBAK OKNUM TNI. Imam dimakamkan di Tempat Pekaman Umum (TPU) Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (17/3/2025) Nasib tragis dialami Hasfiani, atau akrab disapa Imam, sales mobil di Aceh tewas ditembak mati seorang prajurit TNI AL Lhokseumawe saat test drive
SALES MOBIL DITEMBAK OKNUM TNI. Imam dimakamkan di Tempat Pekaman Umum (TPU) Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (17/3/2025) Nasib tragis dialami Hasfiani, atau akrab disapa Imam, sales mobil di Aceh tewas ditembak mati seorang prajurit TNI AL Lhokseumawe saat test drive (KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (14/3/2025) sore.

Saat itu, Imam, yang juga bekerja sebagai tenaga bakti sukarela di Puskesmas Babah Buloh, Kecamatan Sawang, tengah berada di showroom mobil tempatnya bekerja di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. 

DI datang ke showroom dan meminta melakukan test drive terhadap sebuah mobil Toyota Innova hitam berpelat BL 1539 HW.

Imam kemudian menemani DI dalam mobil yang dikendarai oleh pelaku. Mereka sempat berkeliling di kompleks perumahan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF). Beberapa warga sekitar mengaku mendengar suara letusan senjata api dari dalam kompleks tersebut. Tak lama kemudian, mobil tersebut terlihat keluar dari kompleks dan melaju ke arah Medan, Sumatera Utara.

Setelah kejadian tersebut, Imam dinyatakan hilang. Keluarga yang kehilangan kontak segera melaporkan kasus ini ke Polres Lhokseumawe.

Tiga hari berselang, jasad Imam ditemukan dalam karung di kawasan semak-semak Gunung Salak. Penyidikan dan Hukuman Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto, menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan.

 “Terduga kini sudah diamankan di Pomal untuk penyidikan lebih lanjut. Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memohon maaf atas kejadian ini,” kata Andi.

Pihak keluarga korban mendesak agar pelaku mendapat hukuman maksimal sesuai hukum yang berlaku. 

Mereka juga meminta agar kasus ini dikawal oleh masyarakat dan media agar tidak ada penyimpangan dalam proses hukumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved