Berita Viral

Fakta Fidya Kamalinda, Atlet Taekwondo Diduga Korban Kekerasan Orangtua dan Jadi 'ATM Berjalan'

Fidya Kamalinda mengaku orangtuanya selalu memaksakan kepadanya untuk berprestasi hingga mendapatkan uang. Orangtuanya bahkan pernah membawanya ke

Tiktok/@ryuki.janessa/dreamfightwin
ATLET TAEKWONDO KABUR. (kiri) Tangkap layar Fidya Kamalinda, atlet Taekwondo Kota Bandung, Jawa Barat 10 tahun lalu. (kanan) Fidya Kamalinda membantah dilaporkan hilang, Kamis, (6/3/2025). Mengenal sosok Fidya Kamalinda, atlet Taekwondo Kota Bandung, Jawa Barat yang dikabarkan menghilang sejak tahun 2015 kini muncul ngaku disiksa ayah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menjadi korban kekerasan orangtua dan jadi ‘ATM Berjalan’, berikut ini lima fakta Fidya Kamalinda, atlet Taekwondo.

Karena orang tua Fidya Kamalinda, yaitu pasangan suami-istri Hindarto (50) dan Khadijah (50), diduga ingin menjadikannya sebagai ‘ATM Berjalan’ dari profesi sebagai seorang atlet membuat dirinya kabur.

Fidya Kamalinda mengaku orangtuanya selalu memaksakan kepadanya untuk berprestasi hingga mendapatkan uang.

Orangtuanya bahkan pernah membawanya ke dukun sebelum bertanding agar Fidya bisa menang. 

Kini, nama Fidya Kamalinda wanita asal Kota Bandung, Jawa Barat menjadi trending di media sosial.

ATLET TAEKWONDO KABUR. (kiri) Tangkap layar Hindarto dan Khodijah Dede Indriany,Orang tua Fidya Kamalinda. (kanan) Fidya eks atlet Taekwondo yang dikenal memiliki sejumlah prestasi Taekwondo itu ternyata menjadi tulang punggung keluarga, usaha milik keluarga tak maju
ATLET TAEKWONDO KABUR. (kiri) Tangkap layar Hindarto dan Khodijah Dede Indriany,Orang tua Fidya Kamalinda. (kanan) Fidya eks atlet Taekwondo yang dikenal memiliki sejumlah prestasi Taekwondo itu ternyata menjadi tulang punggung keluarga, usaha milik keluarga tak maju (tiktok/ryukijanessa/TVONE)

Jadi ATM Berjalan

Fidya Kamalinda menyebut penganiayaan tersebut terjadi karena ambisi ayahnya, agar sang putri bisa menghasilkan uang sebagai atlet Taekwondo.

"Saya tidak mengerti kenapa, mungkin karena dia mempunyai ambisi yang besar terhadap saya untuk menghasilkan uang,  usahanya tidak mengalami kemajuan pada saat itu mungkin sampai sekarang," katanya.

"Sejak saya kecil orangtua hanya mengandalkan salah satu pengurus taekwondo yang tinggal di rumah kami  untuk membiayai kami, aneh, dia bahkan bukan murim bagi saya," imbuhnya.

Tak cuma karena dianiaya, Fidya Kamalinda juga merasa sangat gerah dengan sikap orangtuanya yang selalu pergi ke dukun sebelum dirinya bertanding.

"Orangtua saya ini suka sekali datang ke dukun. Setiap kali saya ingin bertarung dibawa ke dukun, dijampe-jampe, meminta air doa, mandi bunga dan itu dilakukan setiap kali saya ingin berkompetisi," ujar Fidya Kamalinda.

"Terkadang saya merasa bingung. Kenapa harus seperti ini," tambahnya.

Mendapatkan siksaan mental dan fisik, Fidya Kamalinda bertahun-tahun memilih untuk memendamnya.

Fidya Kamalindah mengaku bingung untuk bercerita ke siapa soal penderitaannya, pasalnya ia yakin tak akan ada yang mempercayai ucapannya.

Puncaknya di usianya ke-21 tahun, Fidya Kamalinda memberanikan diri untuk keluar dari cengkraman orangtuanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved