Berita Viral

Nasib Agam Kepsek SMAN 1 Cianjur Nekat Berangkatkan Siswa "Study Tour", Kini Dicopot dari Jabatan

Dedi Mulyadi copot Agam Supriyanta dari jabatan Kepsek SMAN 1 Cianjur. Imbas ngeyel berangkatkan siswa study tour ke Bali meski sudah dilarang.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Dok. SMAN 1 Cianjur/youtube KompasTV
KEPSEK SMAN 1 CIANJUR DICOPOT DARI JABATAN-Kolase Kiri) Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai dilantik di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Kanan) Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, yang nekat gelar studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan BalicMulyadi copot Agam Supriyanta dari jabatan Kepsek SMAN 1 Cianjur. Imbas ngeyel berangkatkan siswa study tour ke Bali meski sudah dilarang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kepala SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta kini harus menerima nasib dinonaktifkan imbas tetap melaksanakan study tour ke Bali.

Usai copot jabatan Siti Faizah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Depok gegara ngeyel berangkatkan siswa study tour ke Jawa Timur. 

Kini, Dedi Mulyadi copot Agam Supriyanta dari jabatan Kepsek SMAN 1 Cianjur. 

Baca juga: Sosok Agam Kepsek SMAN 1 Cianjur Nekat Berangkatkan Siswa Study Tour Meski Dilarang Dedi Mulyadi

KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025). Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur menyebutkan studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali merupakan kegiatan Outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika
KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025). Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur menyebutkan studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali merupakan kegiatan Outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika (dok SMAN 1 Cianjur/Tribunjabar.id)


Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. 

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inspektorat Jawa Barat. 

"Diputuskan bahwa Kepala SMA Negeri 1 Cianjur dinonaktifkan sementara karena kami harus melakukan pendalaman terhadap berbagai kegiatan pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Cianjur," kata Dedi dalam unggahan videonya.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah serupa akan diterapkan di sekolah lain jika ditemukan kesalahan dalam pengelolaan sekolah. 

"Ini akan terus kami lakukan ke semua SMA dan SMK sehingga kami bisa mendapatkan rekomendasi objektif untuk kepentingan dunia pendidikan," ujarnya. 

Bahkan, jika ditemukan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran berat dan tidak dapat ditoleransi, jabatannya akan dicopot secara permanen.

"Selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di seluruh sekolah di wilayah Jawa Barat," katanya. 

Dedi juga menekankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya membenahi sistem pendidikan serta meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. 

"Kami sudah mengeluarkan uang puluhan triliun rupiah. Namun, kalau di sekolahnya masih ada pembebanan dengan biaya tinggi, artinya subsidi yang diberikan itu tidak ada artinya," katanya. 

Baca juga: Tegas Larang "Study Tour", Dedi Mulyadi Perbolehkan Acara Perpisahan dengan Syarat, Iuran Sewajarnya


Hingga berita ini ditulis, Kepala SMA Negeri 1 Cianjur, Agam Supriyanta, belum memberikan tanggapan terkait penonaktifannya. 

Sebelumnya, Agam Supriyanta mengatakan study tour itu merupakan kegiatan outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika. 

Adapun study tour itu telah dilaksanakan pada 17 Februari 2025, meskipun terdapat Surat Edaran (SE) yang melarang kegiatan tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved