Berita Viral

Sosok Agam Kepsek SMAN 1 Cianjur Nekat Berangkatkan Siswa Study Tour Meski Dilarang Dedi Mulyadi

Mengenal sosok Kepala SMAN 1 Cianjur disorot usai berangkatkan siswa study tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Moch Krisna
dok SMAN 1 Cianjur/Tribunjabar.id
KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025). Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur menyebutkan studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali merupakan kegiatan Outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Kepala SMAN 1 Cianjur disorot usai berangkatkan siswa study tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali.

Kepala SMAN 1 Cianjur bernama Agam Supriyanta.

Agam Supriyanta mengatakan study tour itu merupakan kegiatan outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika. 

Adapun study tour itu telah dilaksanakan pada 17 Februari 2025, meskipun terdapat Surat Edaran (SE) yang melarang kegiatan tersebut.

"Kegiatan ke Malang dan Bali tersebut dilaksanakan selama satu pekan, terhitung mulai dari Senin (17/2/2025) sampai Senin (24/2/2025)," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025).

WAWANCARA DEDI MULYADI. Dedi Mulyadi Bicara soal premanisme di Jawa Barat, terutama pungli di tempat wisata, Senin (24/2/2025). Denmul sampaikan kritikannya dan menyebut guru yang lakukan praktek renang kepada siswa SD di halaman sekolah tidak mengerti esensi pendidikan,
WAWANCARA DEDI MULYADI. Dedi Mulyadi Bicara soal premanisme di Jawa Barat, terutama pungli di tempat wisata, Senin (24/2/2025). Denmul sampaikan kritikannya dan menyebut guru yang lakukan praktek renang kepada siswa SD di halaman sekolah tidak mengerti esensi pendidikan, (Kompas/com/ig/dedimulyadi71)

Kegiatan tersebut, lanjut dia, merupakan outing Class terkait Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika dilaksanakan sekolah. Kegiatan itu mengacu pada program sekolah. 

"Sehingga kegiatan tersebut, sifatnya tidak wajib. Tercatat dikuti oleh sebanyak 361 siswa kelas XI, dan ada 77 siswa tidak ikut dalam kegiatan tersebut" katanya. 

Baca juga: Nasib Karier Siti Faizah Mantan Kepsek SMAN 6 Depok Setelah Dicopot Dedi Mulyadi, Kini Guru Biasa

Lebih lanjut, Agam Supriyanta, menjelaskan bahwa study tour sudah direncanakan jauh sebelum adanya SE Nomor 64/PK.01/KESRA yang dikeluarkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, pada 2024. 

SE tersebut melarang study tour atas pertimbangan keselamatan siswa, mengingat pernah terjadi kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, di Kabupaten Subang yang menewaskan 12 orang. 

"Kegiatan ini berlangsung dari 18 hingga 24 Februari, sementara pelantikan gubernur baru dilakukan pada 20 Februari,” ujar Agam kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

Keputusan Tetap Berangkat 

Agam menegaskan bahwa saat kebijakan gubernur baru diberlakukan, siswa dan guru sudah dalam perjalanan ke Bali. 

“Misalkan dalam posisi anak-anak sudah berangkat dan sedang menuju lokasi, tentu tidak bisa langsung diminta kembali. Ada aspek lain yang harus dipertimbangkan, seperti aspek psikologis siswa dan orang tua, serta konsekuensi pembatalan,” tambahnya. 

Agam juga menyatakan bahwa study tour ini adalah bagian dari implementasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan telah disepakati oleh siswa serta orangtua. 

“Dari total siswa, ada 78 yang memilih untuk tidak ikut serta, sehingga kegiatan ini bersifat tidak wajib. Untuk pembiayaannya, sebesar Rp 3,6 juta, dan prosesnya dilakukan dengan menabung." 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved