Berita Tanjung Enim Kota Wisata

Kisah Sukses Yuniarta, Pemilik Jumputan Rumah Daun Mitra Binaan PTBA, Kirim Hingga Amerika

Pengirimnya seorang pejabat di instansi pemerintahan yang sedang menempuh pendidikan S2 di Cornell University, New York, Amerika Serikat (AS).

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi PTBA
Yuniarta Nensy, pemilik usaha jumputan Rumah Daun, pada Kamis (30/1/2025). Pengirimnya seorang pejabat di instansi pemerintahan yang sedang menempuh pendidikan S2 di Cornell University, New York, Amerika Serikat (AS). 

Saat ini penjualan kain jumputan Rumah Daun sudah sangat tinggi.

Dari awalnya hanya sekitar Rp 700 ribu per bulan pada 2022, sekarang mencapai kisaran Rp 15-20 juta per bulan.

"Dulu waktu baru pertama-tama memasarkan yang hanya berupa kain, omzet yang diterima paling Rp 600-700 ribu sebulan. Sekarang kain jumputan, saya buat jadi baju, rompi dan berbagai produk sehingga permintaan pelanggan untuk produk-produk saya jadi meningkat," paparnya.

Yuni terus berinovasi. Tak hanya menjual kain, dia juga menjual jumputan yang telah dijahit menjadi baju, rompi, tas, dompet, dan sebagainya.

Dia terus mencari bahan-bahan pewarna alami yang baru. Pewarnaan kain disempurnakan melalui berbagai percobaan.

Motif-motif dari kain jumputan ini juga diperkaya.

"Ke depan saya mau membuat motif-motif baru seperti bunga pedada, ini merupakan motif khas Palembang. Termasuk juga ikon-ikon Sumsel seperti Jembatan Ampera, Pulau Kemaro. Tidak hanya mencari motif baru, pewarnaan kain juga penting, untuk itu kita harus terus berinovasi, menghasilkan warna baru. Tantangan kita adalah untuk mencari pewarnaan alam. Selain membuat kain, saya juga berniat membuat home decor," Yuni mengungkapkan. 

Ke depan, Yuni berencana memberdayakan kaum difabel untuk membantu pembuatan jumputan.

"Kami akan melakukan kerja sama, mengangkat teman-teman kaum difabel yang belum punya pekerjaan, saya ada rencana merekrut mereka," ujarnya. 

Harapannya, Rumah Daun dapat semakin berkembang dan jumputan karyanya dapat terus melanglang buana dikenal masyarakat luas.

"Saya kelahiran Palembang, ada kebanggaan pribadi untuk mengangkat wastra lokal. Saya merasa bangga dengan jumputan," tegasnya.

Baca berita menarik lainnya di google news

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved