Berita Tanjung Enim Kota Wisata
Kisah Sukses Yuniarta, Pemilik Jumputan Rumah Daun Mitra Binaan PTBA, Kirim Hingga Amerika
Pengirimnya seorang pejabat di instansi pemerintahan yang sedang menempuh pendidikan S2 di Cornell University, New York, Amerika Serikat (AS).
Tak mudah membuat kain jumputan, prosesnya panjang. Mulai dari mencari kain yang cocok, menggambar motif, menjahit ikatan, persiapan pencelupan, pembuatan pewarna, hingga pencelupan.
Pada masa awal memproduksi jumputan, Yuni hanya dibantu oleh kedua anaknya. Kain jumputan yang diproduksi berukuran 3 kali 1,5 meter.
Harganya antara Rp 600-700 ribu. Sejak awal, Yuni menggunakan pewarna alami dari daun ketapang.
"Kain warna alam itu enggak bisa konsisten warnanya. Itu lah uniknya jumputan. Warnanya tiap kain pasti beda. Motif khasnya titik tujuh," ujar Yuni.
Rumah Daun mulai berkembang setelah menjadi mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada pertengahan 2022.
Berbagai dukungan diberikan PTBA. Mulai dari PUMK (pendanaan usaha mikro kecil) untuk modal usaha, pembelian bahan baku, pelatihan, pemasaran, hingga promosi melalui pameran-pameran.
"Awal saya usaha sampai sekarang, dibantu Bukit Asam supaya roda perekonomian kami berputar," tuturnya.
Jumputan produksi Rumah Daun kini semakin dikenal.
Pemesanan pun berdatangan hingga Yuni harus menambah pekerja.
Dari awalnya hanya dibantu kedua anaknya, kini dia mempekerjakan 10 orang untuk membantu mengumpulkan daun yang menjadi bahan baku pewarna alami, administrasi, dan menjahit.
Selain itu, Yuni juga bekerja sama dengan dua kelompok ibu rumah tangga untuk membuat ikatan motif.
"Waktu 2022, saya hanya dibantu dua anak perempuan saya. Dulu belum ada penjahit. Sekarang permintaan banyak, jadi saya kolaborasi dengan teman-teman. Kalau ada pesanan souvenir premium dalam jumlah besar, tentu saya tidak bisa mengerjakannya sendirian untuk itu saya mengajak kerja sama teman-teman," ucapnya.
Kebetulan anak tertua Yuni memiliki keahlian menggambar, sehingga bisa membantu menggambar motif.
Sedangkan anak keduanya yang merupakan mahasiswi program studi Bahasa Inggris membantu dalam hal promosi produk.
"Anak pertama saya membantu gambar, menyelup kain dan administrasi juga. Kebetulan anak kedua saya kuliah jurusan bahasa Inggris dan mahir presentasi. Dengan bantuan anak kedua saya, kita bisa presentasikan produk dengan bahasa asing saat acara di instansi pemerintahan," Yuni mengungkapkan.
PTBA Fasilitasi Hotel Saka Ombilin untuk Simposium Internasional Site Manager di Sawahlunto |
![]() |
---|
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara |
![]() |
---|
Jelajah Energi PTBA & Relawan Bakti BUMN, Siswa Dikenalkan Dunia Pertambangan Hingga Transisi Energi |
![]() |
---|
Tingkatkan Akses Pendidikan Bukit Asam Antarkan 19 Peserta BIDIKSIBA 2025 ke Perguruan Tinggi Impian |
![]() |
---|
PTBA Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.