Berita Palembang
KAI Divre III Palembang Catat 30 Titik Daerah Rawan Bencana, Berpotensi Ganggu Perjalanan Kereta Api
Sebagai upaya antisipasi, KAI Divre III Palembang telah menyiapkan beberapa langkah yang perlu dilakukan
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu, dengan intensitas hujan yang tinggi, angin kecang dan kadang terik diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa minggu kedepan.
Menyikapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang terus meningkatkan kewaspadaan, dan melakukan beberapa mitigasi dan antisipasi bencana terutama pada 30 titik daerah rawan bencana, karena kontur tanah dan kondisi geografis daerah.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan sampai dengan saat ini, kereta api penumpang di wilayah Divre III Palembang masih beroperasi seperti biasa, baik itu relasi Stasiun Kertapati - Lubuklinggau (PP) maupun relasi Kertapati - Tanjung Karang (PP).
Menurutnya, potensi bencana di daerah rawan itu tidak hanya berupa banjir, namun juga pergerakan kontur tanah yang dapat menyebabkan longsor atau amblas di sepanjang jalur KA.
"Berdasarkan hasil pemetaan petugas prasarana KAI, terdapat beberapa lokasi yang termasuk daerah rawan longsor, amblas dan jembatan rawan, " kata Aida, Minggu (2/2/2025).
Baca juga: KAI Divre III Palembang Siapkan 11.870 Tiket Selama Libur Isra Miraj dan Imlek, 81 Persen Terjual
Baca juga: 1 Hingga 3 Januari 2025, KAI Divre III Angkut 10.036 Orang Penumpang Gunakan Kereta Api
Dijelaskan Aida, lokasi rawan longsor dan amblas diantaranya yakni, petak jalan antara Stasiun Niru - Belimbing Pendopo, Belimbing Pendopo - Gunung Megang, Penanggiran - Ujanmas, Ujanmas - Muara Gula, Muara Enim - Muara Lawai, Merapi - Sukacinta.
Kemudian, Lahat - Bunga Mas, Bunga Mas - Saung Naga, Saung Naga - Tebing Tinggi, dan Kota Padang - Lubuk Linggau.
"Daerah-daerah tersebut sudah kita petakan, sebagai daerah rawan longsor dan amblas, sehingga perlu diwaspadai saat musim hujan," ungkap Aida,
Sebagai upaya antisipasi, KAI Divre III Palembang telah menyiapkan beberapa langkah yang perlu dilakukan, seperti menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 23 titik lokasi, dan pemeriksaan jalur KA secara rutin dengan cara manual berjalan kaki oleh petugas pemeriksa jalur.
Selain itu, KAI Divre III Palembang juga menyiapkan alat berat seperti excavator dan MTT (Multi Tie Tamper), yakni alat bantu dalam perawatan jalan rel untuk mempercepat proses perbaikan jalur KA, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari kondisi cuaca ekstrem, serta melakukan pemasangan dinding penahan tanah (DPT), berupa konstruksi bronjong untuk mencegah longsor/amblas di daerah rawan bencana.
"KAI berkomitmen untuk terus melakukan antisipasi dan pemantauan pada daerah rawan bencana terutama pada kondisi cuaca ekstrem saat ini agar perjalanan kereta api selamat, aman dan lancar," pungkas Aida.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Niat Cuci Pakaian Malah Berujung Luka, IRT di Palembang Dianiaya Oknum Pegawai Laundry |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pengusaha Batubara Sumsel: Operasional Makin Berat, Kami 'Manyun' |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov Sumsel Tegaskan Sudah Batasi BBM Kendaraan Dinas Sejak WFH |
|
|---|
| Bertambah 1 Orang, ini Daftar 6 Nama Calon Ketua DPC PKB Palembang 2026-2031 |
|
|---|
| Car Free Night Palembang Resmi Diluncurkan, Ribuan Masyarakat Padati Jalan Kolonel Atmo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/KAI-Divre-III-Palembang-Catat-30-Titik-Daerah-Rawan-Bencana-Berpotensi-Ganggu-Perjalanan-Kereta-Api.jpg)