Berita Palembang

Niat Cuci Pakaian Malah Berujung Luka, IRT di Palembang Dianiaya Oknum Pegawai Laundry

Nasib miris dialami seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Palembang ini. Dirinya, yakni Elvi Sukaesi (43)

Penulis: andyka wijaya | Editor: Moch Krisna
Gemini AI/Ilustrasi
Ilustrasi : Ibu rumah tangga (IRT) di Palembang ini menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pegawai Loundry. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang IRT berinisial ES menjadi korban pemukulan menggunakan kayu oleh oknum pegawai laundry di Jalan Letnan Kasnariansyah, Palembang.
  • Korban tiba-tiba dimarahi dan dipukul pada bagian pundak saat hendak mencuci pakaian, meski merasa tidak memiliki masalah dengan pelaku.
  • Korban telah melaporkan insiden tersebut ke Polrestabes Palembang, dan kasus kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Nasib miris dialami seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Palembang ini. Dirinya, yakni Elvi Sukaesi (43), telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pegawai laundry. Tak terima dengan peristiwa itu, ia pun melapor ke Polrestabes Palembang, Minggu (19/4/2026) siang.

Kepada petugas, warga Jalan Teluk Tenggulang, Banyuasin ini menuturkan peristiwa tersebut dialaminya pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, di Jalan Letnan Kasnariansyah, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang.

Berawal saat korban menitipkan pakaiannya ke pegawai laundry di TKP (tempat kejadian perkara) untuk dicuci. "Awalnya saat itu saya hendak mencuci pakaian, Pak, di laundry yang ada di TKP," ungkapnya.

Namun, tiba-tiba tanpa diketahui masalahnya, terlapor (lidik-red) yang merupakan pegawai laundry membawa kayu sambil memarahi korban. Setelah itu, pegawai laundry tersebut keluar dan mengembalikan pakaian korban.

"Saya tidak tahu masalahnya. Terlapor dan pegawai laundry keluar bawa kayu dan marah-marah. Setelah itu memberikan pakaian saya kembali," ucapnya.

Setelah menerima pakaiannya kembali, korban malah dipukul dengan menggunakan kayu di bagian pundak belakang. Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka memar di bagian pundak belakangnya.

"Terpaksa, Pak, saya laporkan. Karena saya merasa tidak ada salah. Hendak mencuci pakaian malah jadi korban penganiayaan. Oleh itulah saya laporkan ke sini berharap pelaku ditangkap," katanya.

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan adanya laporan korban terkait penganiayaan.

"Laporan korban sudah diterima dan akan diteruskan ke anggota Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk dilakukan penyelidikan," tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved