Berita Palembang
Jelang Imlek, Pedagang Bunga di Palembang Ramai Diserbu Warga Tionghoa
Bunga-bunga yang dijual oleh para pedagang ini didatangkan langsung dari daerah penghasil bunga di Jawa, seperti Bandung dan Bogor.
Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Sri Hidayatun
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG –Jelang tahun baru imlek 2576, warga Tionghoa mulai menyerbu para pedagang bunga yang ada di jalan sayangan kota Palembang, Selasa (28/1/2025).
Sejak Senin (27/1/2025) dini hari, para pedagang bunga di kawasan ini diserbu oleh warga Tionghoa yang tengah mempersiapkan persembahan untuk sembahyang Imlek.
Berbagai jenis bunga segar seperti aster, sedap malam, dan anggrek menjadi incaran utama pembeli.
Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai dari Rp 15.000 per tangkai untuk bunga aster dan sedap malam, hingga Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tangkai untuk bunga anggrek.
"Kami sudah mulai berjualan sejak pukul 04.00 dini hari," ujar Yuli (35), seorang pedagang bunga asal Lebak Keranji, Bukit Besar Palembang.
"Pembeli sudah ramai sejak pagi, mereka mencari bunga-bunga segar untuk persembahan sembahyang," ujarnya.
Bunga-bunga yang dijual oleh para pedagang ini didatangkan langsung dari daerah penghasil bunga di Jawa, seperti Bandung dan Bogor.
Menurut para pedagang, bunga sedap malam menjadi jenis bunga yang paling banyak dicari oleh pembeli.
Baca juga: Apa Arti Kiong Hi Dalam Imlek, Ucapan Populer Saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2025
"Bunga sedap malam itu kan harum, jadi cocok untuk persembahan," kata Solah, seorang pedagang bunga yang sudah puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut.
"Selain bunga, buah jeruk juga banyak dicari oleh pembeli,"tambahnya.
Bagi warga Tionghoa, bunga memiliki makna yang sangat penting dalam perayaan Imlek. S
elvia (39), seorang pedagang pakaian Imlek yang juga membeli bunga, mengungkapkan bahwa bunga melambangkan pertumbuhan dan perkembangan.
"Bunga itu bagi kami simbol kehidupan yang terus berkembang," ujar Selvia. "Saya suka bunga sedap malam karena aromanya yang khas dan menenangkan," tandasnya.
Dikatakan oleh Selvi, tidak hanya bunga, perayaan Imlek di Palembang juga identik dengan sembahyang tebu atau sembahyang besar yang biasanya dilakukan pada hari kesembilan.
Dalam sembahyang ini, umat Konghucu memanjatkan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
| Para Pedagang UMKM Senang, Jalan Kolonel Atmo Palembang Bakal Dijadikan Pedestrian Baru |
|
|---|
| Herman Deru Setuju Jalan Kolonel Atmo Palembang Bakal Jadi Kawasan Pedestrian |
|
|---|
| Ribuan Sopir di PHK Dampak Larangan Angkutan Batubara Melintas di Jalan Umum Sumsel |
|
|---|
| PDIP Sumsel Sebut Pilkada Langsung Harga Mati, Kembali Dipilih DPRD Adalah Pelanggaran Konstitusi |
|
|---|
| Daftar 5 Puskemas di Palembang yang Sudah Bisa Layani Rawat Inap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bunga-Sedap-Malam-Paling-Banyak-Dibeli-Warga-Sambut-Imlek.jpg)