Berita UMKM

Sudah Jualan Sejak 1976, Mie Tumis Pakde Muhlas Dicari Pelanggan dari Bengkulu Hingga Jakarta

Mie Tumis adalah kuliner yang disukai sejuta umat termasuk di Kota Lubuklinggau Sumsel.Salah satunya Mie Tumis Pakde Muhlas yang sudah berjualan sej

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/EKo Hepronis
Pakde Muhlas penjualan mie tumis di Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Mie Tumis adalah kuliner yang disukai sejuta umat termasuk di Kota Lubuklinggau Sumsel.

Salah satunya Mie Tumis Pakde Muhlas yang sudah berjualan sejak 1976  atau 49 tahun bertahan hingga sekarang dan selalu dicari pelanggan.

Lokasi kuliner legendaris ini terletak dipinggir jalan tepatnya di Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau.

Setiap hari ini warung mie Tumis Pakde Muhlas ini selalu buka terutama saat sore sampai dengan malam hari.

Untuk mencicipi semangkok mie tumis Pakde Muhlas, pengunjung cukup menyiapkan uang Rp. 10 ribu saja.

Karena sudah berjualan puluhan tahun pelanggannya pun banyak dari kalangan pejabat hingga warga luar Lubuklinggau.

Pakde Muhlas bercerita yang membuat mie tumis jualannya bisa bertahan sampai dengan saat ini karena ia tak pernah merubah racikan bumbu.

"Yang buat bertahan sampai sekarang racikan bumbu tidak berubah, dari awal konsisten sampai sekarang," cerita Pakde Muhlas pada Tribunsumsel.com, Minggu (26/1/2025).

Menurutnya karena ia konsisten sampai saat ini banyak pelanggannya berasal dari luar ketika berada di Lubuklinggau sengaja datang untuk singgah di warungnya.

"Pelanggan dari mana-mana, ada yang sengaja datang dari Curup, Bengkulu, Jakarta untuk mampir, sementara Lubuklinggau sendiri banyak yang sudah kenal," ungkapnya.

Pakde Muhlas mengungkapkan yang membedakan mie tumis jualannya dengan mie tumis lainnya yakni masalah rasa.Walau pun Pakde Muhlas  mengaku pendapatannya dari jualan mie tumis semakin menurun beberapa tahun terakhir karena banyaknya kuliner lain di Lubuklinggau.

"Kita akui untuk pembeli mungkin tak seramai dulu lagi karena banyak pedagang lain, tapi tetap kita tidak mengurangi takaran (bumbu)," bebernya.

Karena usi Pakde Muhlas tak muda lagi saat ini usah jualan mie tumis miliknya itu sudah diwariskan ke anaknya.


Namun sekali -kali ia masih melayani pelanggan bila anaknya tidak bisa berjualan atau ketika ada pekerjaan lain.


"Sekarang sudah diturunkan dengan anak, tapi masih kadang saya yang jualan kalau ada kegiatan lain," ujarnya.(Joy)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved