Berita Prabumulih
Cara Dinas Pertanian Prabumulih Antisipasi PMK Terhadap Hewan, Semprotkan Disinfektan ke Kandang
Hal itu sesuai arahan Walikota Prabumulih dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melakukan pengendalian penularan penyakit PMK.
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Maraknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan di beberapa daerah di Indonesia, langsung ditindaklanjuti Dinas Pertanian (Distan) Pemerintah Kota Prabumulih.
Langkah-langkah dilakukan Dinas Pertanian tersebut antara lain dengan memitigasi resiko secara dini serta melakukan pengendalian penularan penyakit PMK di Kota Prabumulih.
Hal itu sesuai arahan Walikota Prabumulih dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melakukan pengendalian penularan penyakit PMK.
"PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus apthovirus. Penyakit ini tidak menyerang manusia, tetapi menyerang hewan ternak ruminansia seperti sapi dan kerbau, dan kita melakukan sejumlah langkah antisipasi," ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Iswan Hadi SP.
Iswan Hadi mengatakan pihaknya juga melakukan edukasi dan pendampingan bagi peternak yang ada di kota nanas untuk mengatasi penularan penyakit PMK.
"Kita juga melakukan pemberian pelayanan kesehatan hewan, melaksanakan bio sekuriti dengan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang hewan," tuturnya.
Tidak hanya itu, Iswan menegaskan Dinas Pertanian Kota Prabumulih juga akan melakukan koordinasi dengan Lurah dan Kepala desa untuk bersama-sama memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat atau peternak.
"Kepada masyarakat dan peternak, kita imbau agar menerapkan perilaku serta pola hidup bersih secara rutin dan disiplin di lingkungan rumah dan dikandang ternak dengan selalu membersihkan kotoran ternak setiap harinya serta memberikan pakan yang bergizi serta hygenis," lanjutnya.
Baca juga: Sungai Air Manau Meluap, Puluhan Rumah di Sukaraja Prabumulih Teredam Banjir, 200 KK Terdampak
Baca juga: Curi Meja dan Kursi di Depan Rumah Manajer Pertamina Zona 4, 2 Pemuda di Prabumulih Ditangkap Polisi
Iswan mengimbau kepada masyarakat dan peternak untuk melaksanakan penyemprotan disinfektan ke kandang ternak secara berkala dan menerapkan pola peternakan secara intensif yaitu ternak dipelihara secara dikandangkan.
"Kami juga mengimbau kepada pelaku usaha jual beli ternak (pedagang dan pengepul) tidak memasukkan ternak yang sakit untuk dijual ke kota Prabumulih," katanya.
Beberapa daerah kata Iswan yang telah diidentifikasi sudah ada penularan PMK yaitu Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU Timur dan Empat Lawang.
"Hewan ternak yang masuk itu harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal hewan ternak tersebut sehingga pembeli aman," lanjutnya.
Disinggung apakah di Prabumulih ada ditemukan hewan ternak yang terkena PMK, Iswan mengaku belum ada dan jika ada yang menemukan agar segera melaporkan ke Dinas Pertanian atau ke petugas dinas PPL atau P2TP3.
"Hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK seperti demam, ada lepuh atau luka di mulut atau di kaki, hilang nafsu makan dan mulut berbusa," imbaunya.
Dilaporkan Sering Transaksi Narkoba di Prabumulih, Pria Asal Palembang Coba Buang Bukti Saat Diciduk |
![]() |
---|
3 Pejabat di Polres Prabumulih Dirotasi, AKP Baratanata Jabat Kasi Humas |
![]() |
---|
Ribut Dengan Istri, Pria di Prabumulih Ditemukan Tewas Tak Wajar, Tulis Surat Perpisahan Untuk Anak |
![]() |
---|
10.350 Batang Bibit Karet dan Sawit Dibagikan Wali Kota Prabumulih, Harap Ekonomi Petani Meningkat |
![]() |
---|
Atasi Banjir, Pemkot Prabumulih Perbaiki Sejumlah Drainase, Imbau Warga Soal Pembuatan Plat Duiker |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.