Berita Viral

Ketakutan Dwi Ayu usai Dianiaya George, Tidur Selalu Pagi, Tanya soal Kekerasan di Tempat Kerja Baru

Peristiwa peganiyaan dilakukan George Sugama Halim kini meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya, Dwi Ayu Darmawati, tidur di waktu pagi

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
youtube trans TV
Dwi Ayu Darmawati kini harus menjalani kebiasaan baru demi mengatasi traumanya akibat kekerasan yang dilamainya saat bekerja toko roti Lindayes di Cakung, Jakarta Timur. 

Menanggapi soal perdamaian itu, Dwi Ayu tegas menolak damai.

Namun ia mengaku sudah memaafkan anak bos toko roti.

"Saya gak mau damai, tapi saya sudah memaafkan pelaku, saya mau kasus ini tetap berjalan," kata Dwi Ayu lewat Youtube tvOneNews, Senin (23/12/2024).

Baca juga: Karyawan Toko Roti Lindayes Kompak "Resign", Dwi Bongkar Tabiat Ibu George Sugama Sering Tahan Gaji

Dwi Ayu berharap kasus tetap berjalan dan memberikan efek jera terhadap tersangka.

"Saya takut kalau misalkan nanti ada korban selanjutnya. Biarkan ada efek jera, cukup saya yang mengalami ini," terangnya.

Selain itu, Dwi Ayu mengungkapkan kondisinya yang kini masih mengalami trauma pasca kejadian penganiayaan tersebut.

Bahkan setelah penganiayaan tersebut, Dwi mengaku kini susah tidur dan merasa ketakutan.

"Trauma, kalau saya ke situ jadi keingat kejadian jadi sedih, bahkan setelah kejadian ini saya jadi tidurnya selalu pagi, sulit tidur, merasa takut dan gelisah," ujarnya.

Sementara, Dwi juga mengungkapkan reaksi orang tuanya pasca kejadian.

Dikatakatakan Ayu, ibunya sedih melihat dirinya dianiaya anak bos roti.

"Namanya orangtua sedih melihat anak perempuannya diperlakukan seperti ini, mama emang gak nunjukin tapi kita anaknya tahu perasaan mama," tuturnya.

Dwi Ayu (19) korban penganiayaan yang dilakukan anak bos Toko roti di Cakung, Jumat (20/12/2024).
Dwi Ayu (19) korban penganiayaan yang dilakukan anak bos Toko roti di Cakung, Jumat (20/12/2024). (KOMPAS.com/Febryan Kevin)

Sebelumnya, Dwi Ayu Darmawati (19), karyawati toko roti di Cakung menjadi korban penganiayaan oleh anak bos toko roti tersebut, George Sugama Halim.

Penganiayaan itu berawal ketika Dwi menolak permintaan George yang menyuruhnya dengan kalimat tak sopan untuk mengantarkan makanan yang dipesan secara online ke kamarnya. 

Tapi George yang tidak terima permintaannya ditolak korban justru melemparkan patung, mesin EDC, kursi, dan loyang hingga Dwi mengalami pendarahan di kepala dan luka memar.

Setelah kasus itu viral, ia lalu ditangkap dan dijadikan tersangka. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved