Berita Viral
Rekam Jejak Ivan Sugianto, Pengusaha Surabaya Paksa Siswa Sujud,Pernah Penjarakan Anak Bos PO Malang
Ivan Sugianto, Pengusaha asal Surabaya pernah memenjarakan Sony Wicaksono Susilo, anak dari pendiri perusahaan otobus ternama yang berbasis di Malang
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM - Rekam jejak Ivan Sugianto, pengusaha asal Surabaya di masa lalu kini terkuak.
Ivan Sugianto belakangan kini disorot buntut aksi arogannya memaksa ES, siswa SMA Kristen Gloria 2 bersujud sambil menggonggong di hadapannya viral di media sosial.
Akibatnya, Ivan Sugianto dilaporkan pihak sekolah SMA Kristen Gloria 2 Surabaya ke Poltabes Surabaya, pada Selasa, (12/11/2024).
Baca juga: Nasib Ivan Sugianto Pengusaha di Surabaya Dipolisikan usai Paksa Siswa Sujud, Jhon LBF Ikut Melapor
Namun, rupanya Ivan Sugianto bukan kali pertama terlibat masalah dengan hukum.
Pengusaha asal Surabaya ini pernah memenjarakan Sony Wicaksono Susilo, anak dari pendiri sebuah perusahaan otobus ternama yang berbasis di Malang, Jawa Timur.
Dilansir dari Tribunnews.com, Pada 17 Desember 2020 lalu, Ivan menjadi korban penganiayaan di Jalan Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur.
Dikutip dari salinan putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 711/Pid.B/2021/PN Sby tanggal 20 Mei 2021 perkara tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Martin Ginting dengan hakim anggota Ni Made Purnami, M. Taufik dan Tatas Prihyantono.
Setelah para saksi selesai makan dan minum di cafe tersebut, saksi Ivan bersama saksi Wahyudi pulang dengan mengendarai mobil sendiri.
Sedangkan saksi Yesi pulang dengan menumpang kendaraan milik saksi Johan.
“Saat ditengah perjalanan, datang terdakwa dengan mengendarai Mobil Honda Jazz bernopol DA 1591 HB menghentikan kendaraan milik saksi Johan. Selanjutnya saksi Yesi pindah ke mobil yang dikendarai oleh terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum, Suparlan saat sidang tanggal 19 April 2021 lalu tersebut.
Baca juga: Nasib ES Siswa SMA Dipaksa Sujud oleh Pengusaha di Surabaya, Sang Ibu Menangis Anaknya Alami Trauma
Selanjutnya, terdakwa bersama saksi Yesi meninggalkan tempat tersebut pergi ke arah ITS.
Karena mobil yang dikendarai oleh terdakwa berjalan pelan maka saksi Ivan Sugianto mendahului terdakwa.
Kemudian, tidak berselang lama kendaraan yang dikendarai oleh terdakwa Sony Wicaksono Susilo menyalip kendaraan korban.
Sehingga terjadi kejar kejaran dan saling mendahului dan tak lama kemudian terdakwa menyuruh korban minggir agar turun dari mobil.
Korban kemudian berhenti dan turun dari mobilnya, menghampiri terdakwa dengan maksud menanyakan kenapa disuruh minggir.
Namun terdakwa merasa kesal dan emosi langsung memukul korban sebanyak dua kali dengan menggunakan tangan kanan yang dikepal ke arah wajah korban.
“Pukulan terdakwa mengenai telinga sebelah kiri dan pipi sebelah kiri korban hingga membuatnya sempoyongan dan hampir terjatuh. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut Ke Polrestabes Surabaya guna proses hukum lebih lanjut,” beber Jaksa.
Atas dakwaan jaksa, terdakwa Sony Wicaksono Susilo tidak keberatan dengan membenarkan surat dakwaan tersebut. “Benar Pak Hakim,” ujar terdakwa menanggapi pertanyaan Ketua Majelis Hakim Martin Ginting.
Akibat perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka kemerahan pada telinga sebelah kiri dengan ukuran 0,5 cm x 0,5 cm dan kemerahan pada pipi sebelah kiri dengan ukuran samar-samar akibat kekerasan tumpul.
Oleh karena itu, Sony Wicaksono Susilo dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Kini Dilaporkan
Sementara itu kekinian, Ivan Sugianto resmi dilaporkan oleh SMA Gloria 2 Surabaya usai siswa mereka dipaksa sujud dan menggonggong.
Laporan tersebut tertuang dalam LPM/1121/X/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto saat konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Rabu (13/11/2024).

Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 21 Oktober 2024 lalu.
Sejak kejadian tersebut, Dirmanto menyatakan bahwa polisi dari Polrestabes Surabaya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan yang luar biasa.
"Penyelidik sudah mendatangi sekolah segera setelah kejadian viral pada pukul 15.30 WIB. Teman-teman dari Polrestabes langsung datang pada saat itu juga, tetapi karena sudah sore, sekolah sudah tutup," kata Dirmanto.
Keesokan harinya, penyelidikan berlanjut dengan meminta keterangan dari pihak sekolah, termasuk IV yang diyakini sebagai pelaku.
Polisi kemudian mengetahui, bahwa IV dan EV sudah mencapai kesepakatan damai.
Mereka saling memahami kesalahan masing-masing dan telah saling memaafkan.
Baca juga: Aksi Pengusaha Surabaya Suruh Siswa Sujud dan Menggonggong Viral, Buntut Tak Terima Anak Diejek
Kesepakatan damai ini juga telah diunggah di berbagai platform media sosial.
"Namun pihak sekolah Gloria 2 terus mendesak agar Polrestabes Surabaya meneruskan proses hukum," ujar Dirmanto.
Beberapa hari setelah tanggal 21, guru-guru di Sekolah Gloria 2 melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.
Polisi memastikan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman.
Dirmanto kemudian menambahkan bahwa yang terpenting dalam kasus ini adalah karena melibatkan anak-anak, pihak kepolisian harus tetap mengutamakan pendekatan yang hati-hati.
Dalam penegakan hukum, ada asas ultimum remedium.
"Ultimum remedium artinya penegakan hukum harus menjadi langkah terakhir apabila kedua belah pihak masih terus berseteru. Ya harus disetarakan, adil dan merata," paparnya.
Mengenai hal itu, humas sekolah, Robi Dharmawa, turut membenarkan peristiwa itu.
Akan tetapi, dia menolak berkomentar dan menyerahkannya ke kuasa hukum.
Jhon LBF Bakal Ikut Melaporkan Ivan Sugianto
Viralnya aksi arogan pengusaha asal Surabaya tersebut membuat Jhon LBF ikut berang.
Jhon LBF mengecam tindakan tak manusiawi yang dilakukan terhadap siswa SMA tersebut.
"Saya Jhon LBF, nggak terima dengan kejadian ini, seorang anak kecil di Surabaya, di Jawa Timur, disuruh sujud oleh seorang pengusaha, dengan arogannya disuruh sujud itu anak, bahkan disuruh menggonggong, bahkan nantang-nantangin orang semuanya, dengan arogan seperti itu," ujar Jhon LBF melalui videonya yang viral di X, dari @03__nakula pada Rabu (13/11/2024).
"Itu manusia, itu anak kecil. Saya nonton video kamu (yang viral), marah besar," sambungnya dengan nada tinggi.
Tak main-main, Jhon LBF ikut turun tangan menyiapkan langkah hukum untuk menjerat sang pengusaha.
Upaya itu dilakukannya agar menjadi pelajaran buat masyarakat yang seenaknya bertindak.
"Gue nggak ada takutnya sama lu. Ngerti lu? Jhon LBF nggak ada takutnya sama lu. Saya lagi konsultasi sama tim hukum saya, kalau memungkinkan, saya buat LP.
Saya laporin kamu supaya jadi pembelajaran buat seluruh masyarakat Indonesia," beber Jhon LBF.
Jhon berpesan agar Ivan tak bersikap arogan, terlebih kepada anak yang masih dibawah umur.
"Di atas langit masih ada langit, Bro. Lu arogan kayak gitu, sama anak kecil pula," ujar Jhon LBF.
"Kau suruh sujud, kau suruh menggongong. Kau siapa? Raja? Saya kawal kasus ini," tegasnya.
Baca juga: VIDEO Pengakuan Ivan Sugianto, Pengusaha Surabaya Paksa Siswa SMA Sujud, Klaim Sudah Berdamai
Korban Trauma
Kedua orangtua sang siswa tersebut menangis lantaran tak tega melihat kondisi putranya kini mengalami trauma dan sering ketakutan atas kejadian tersebut.
Sambil menangis, Ira Maria Ibu dari ES menceritakan anaknya, siswa SMA Kristen Gloria 2 yang dipaksa bersujud dan menggonggong karena dianggap mengejek putra dari Ivan Sugianto yakni, X, siswa dari SMA Cita Hati Surabaya.
Ucapan ledekan itu dilontarkan diduga lewat direct message oleh ES dan EX.
"Jadi tidak ada secara langsung bilang poodle itu tidak ada, cuma sesama teman guyonan karena melihat dari sosmed, oh anak ini lucu seperti poodle, dan selang berapa hari Eiten dan Exel bertemu secara tidak sengaja dan tidak ada ungkapan kata poodle, anak saya tidak pernah berkata anj***, itu dikatakan di luar berkata begitu, anak saya tidak pernah bilang 'kamu anj*** tidak pernah, interaksi mereka sampai disitu, ungkap Ira Maria ibunda korban, dilansir dari Youtube TvOne, Rabu, (13/11/2024).
Meski demikian, hal tak manusiawi itu tetap dilakukan di depan mata kedua orang tuanya.
Ira mengaku panik dan ketakutan karena diduga mendapat intimidasi dari rombongan yang dibawa oleh pengusaha Ivan Sugianto.
Namun, Ira menyesali rasa takutnya membiarkan sang anak harus melakukan hal tersebut.
"Kenapa saya membiarkan? karena saya ketakutan dan panik, kenapa anak saya harus sujud menggonggong, padahal kita orang tua aja gak pernah nyuruh anak kita sujud menggonggong gitu, saya ketakutan, yasudah biar masalah ini cepat selesai," bebernya dengan tangisan.
"Tapi justru saya merasa kesalahan saya sampai hari ini, saya sebagai mamanya membiarkan anak saya di depan orang banyak diperlakukan seperti tak manusiawi, " sambungnya.
Akibatnya, sang anak kini mengalami trauma dan takut kemana-mana tanpa dampingan orangtuanya.
Diketahui, insiden ini bermula pada Senin (21/10) lalu, setelah pertandingan basket antara tim SMAK Gloria 2 dan SMA Cita Hati di sebuah mall Surabaya.
Kasus arogansi Ivan Sugianto ini bermula dari saling ejek antara siswa SMA Gloria 2 Surabaya dengan SMA Cita Hati Surabaya.
Dalam percakapannya, siswa SMA Kristen Gloria 2 meledek murid SMA Cita Hati seperti poodle.
"Kamu tau poodle itu apa kan" katanya.
"Pantes gak bro ? Bro kita kenal aja engga. Menurutmu sendiri poodle itu apa ?" timpal siswa Cita Hati.
"Anjing lucu. search aja" katanya.
"Kamu mau ta disamakan sama binatang ? iya kamu tak samakan sama anjing mau ta ?" kata siswa SMA Cita Hati.
Saat itu, Ivan Sugianto tidak terima anaknya yang berinisial EMS diejek oleh siswa SMA Gloria 2 Surabaya.
Ivan Sugianto kemudian mendatangi SMA Gloria 2 Surabaya.
Di sana ia mengamuk, kemudian memaksa siswa SMA Gloria 2 yang mengejek anaknya untuk bersujud.
Dari unggahan akun X milik @Mdy_Asmara1701, terlihat aksi arogan tersebut ditonton oleh banyak orang yang ada di areal sekolah.
“Minta maaf, sujud, sujud, menggonggong,” ucap Ivan dalam video yang beredar.
Melihat hal itu, orang tua siswa lantas meminta anaknya untuk bangkit.
Namun, Ivan makin mengamuk.
Bahkan, orang tua siswa tersebut nyaris jadi bulan-bulanan kelompok Ivan Sugianto.
“Udah Pak, sorry Pak, udahlah Pak, dia kan udah minta maaf,” ucap orang tua murid SMA Gloria 2 Surabaya berusaha memelas.
(*)
Baca berita lainnya di google news
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
Pekerjaan Mentereng Salsa Erwina Berani Tantang Ahmad Sahroni Debat Terbuka, Tinggal di Denmark |
![]() |
---|
Mama Muda Tewas Dibunuh di Tegal, Suami Sengaja Tak Dikabari Keluarga karena Sedang Berlayar |
![]() |
---|
Alasan Ahmad Sahroni Tolak Tantangan Salsa Erwina Debat Buntut Pernyataan "Tertolol Sedunia" |
![]() |
---|
'Tak Masuk Akal' Curhat Nenek Endang Akui Salah Putar Liga Inggris, Istighfar Tahu Denda Rp115 Juta |
![]() |
---|
Profil Willy Aditya Anggota DPR RI Ancam Usir Ahmad Dhani dari Rapat RUU Hak Cipta, Kekayaan Rp18 M |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.