Berita Palembang

Daftar Nama-nama Kelurahan di Palembang Pada Masa Kesultanan Darussalam, Kini Namanya Diubah

Sejumlah nama kelurahan di Palembang diubah oleh pemerintah karena banyak penamaan dari zaman penjajahan Belanda.

Editor: Slamet Teguh
Kompas.com
Jembatan Ampera - Daftar Nama-nama Kelurahan di Palembang Pada Masa Kesultanan Darussalam, Ternyata Namanya Diubah 

Laporan wartawan Sripoku.com, Angga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nama sejumlah kelurahan yang ada di Palembang saat ini ternyata banyak yang tak sesuai dengan nama aslinya.

Sejumlah nama kelurahan di Palembang diubah oleh pemerintah karena banyak penamaan dari zaman penjajahan Belanda.

Hidayatul Fikri atau sering di sebut mang Dayat salah satu penggiat Sejarah di kota Palembang  mengatakan, masyarakat perlu tahu asal nama dari daerahnya karena semua tempat di Palembang memiliki penamaan dan sejarahnya pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. 

"Masyarakat banyak yang tidak tau asal nama kelurahannya ini sangat disayangkan kalau masyarakat tidak tahu, "katanya

Berikut Nama-Nama Kelurahan pada masa Kesultanan dan namanya sekarang

  • Palembang lamo menjadi 1 ilir 
  • Sabokingking menjadi 2 ilir
  • Lemah Abang/lemabang menjadi 3 ilir
  • Kuwiran menjadi 4 ilir 
  • Lawang kidul menjadi 5 ilir
  • Pulu menjadi 6 ilir
  • Sungi jeruju menjadi 7 ilir
  • Kemas menjadi 8 ilir
  • Kebangkan menjadi 9
  • Sungi bayas menjadi 10 -11ilir
  • Patengan  menjadi 12 ilir
  • Sungi Rendang menjadi 13 ilir
  • Terusan menjadi 14 ilir 
  • Sayangan darat menjadi 15 ilir
  • Pangeran Mangkubumi menjadi 16 ilir
  • Payaman menjadi 17 ilir
  • Kepandean menjadi 18 ilir
  • Kaporan menjadi 19 ilir
  • Masjid agung/pengulon menjadi 20 ilir
  • Pemarian menjadi 21 ilir
  • Kemunduran menjadi 22 ilir
  • Soak bato menjadi 23 ilir
  • Kebun dulu menjadi 24,25,26 ilir
  • Depaten darat menjadi 27 ilir
  • Depaten baru menjadi 28 ilir 
  • Sungi Tawar menjadi 29 ilir 
  • Suro menjadi 30 ilir
  • Serengan menjadi 31 ilir
  • Kebon gede menjadi 32 ilir
  • Kedokan menjadi 33 ilir
  • Soak bujang menjadi 34 ilir 
  • Tatang menjadi 35 ilir
  • Suwadin menjadi 36 ilir
  • Sungi Rengas menjadi 37 ilir 

Baca juga: Megalit Lumpang Batu Ditemukan di Mulak Sebingkai, Menambah Banyak Situs Megalit di Lahat

Baca juga: Batu Lincak Puyang Rio Taboan, Situs Megalit Kuno di Desa Umo Jati Empat Lawang, Mirip Meja

Ini untuk penamaan kelurahan ilir berbeda dengan ulu 

  • Merogan menjadi 1 ulu
  • Perigi menjadi 2 ulu
  • Tembok menjadi 3 ulu
  • Semajid menjadi 4 ulu
  • Kedukan menjadi 5 ulu
  • Kenduruan menjadi 6 ulu
  • Klenteng menjadi 7 ulu
  • Kedemangan menjadi 8 ulu
  • Sungi Aur menjadi 9 ulu
  • Tembok batu menjadi 10 ulu
  • Sungi rasu menjadi 11 ulu
  • Karang belango menjadi 12 ulu
  • Temenggungan menjadi 13 ulu
  • Tuan kapar menjadi 15 ulu

Itu adalah penamaan masa Kesultanan yang diubah oleh pemerintah sekarang.

Harapannya nama-nama tersebut dikembalikan ke asalnya agar sejarah nama kelurahan ini terangkat serta millenial mengetahui nama tempat tinggalnya. 

"Harapannya dikembalikan nama kelurahan tersebut ke masa Kesultanan agar para anak anak muda mengetahui sejarahnya tempat mereka tinggal, "ungkapnya.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved