Berita OKU Selatan

Harga Kopi di OKU Selatan Makin Terjun Bebas, Kopi Terbaik Hanya Rp 54 Ribu Perkilo

Adapun harga tersebut, untuk jenis kopi kualitas baik, alias kopi hasil panen raya buah kopi musim yang masih disimpan oleh beberapa petani

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Alan Nopriansyah
Petani di Kabupaten OKU Selatan menunjukan bakal buah di kebun mereka, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Harga Jual kopi di pertengahan 20 Oktober 2024 di OKU Selatan, Sumsel makin anjlok.

Kini, Harga jual di tingkat para  tengkulak hanya Rp 54.000/kilogram.

Adapun harga tersebut, untuk jenis kopi kualitas baik, alias kopi hasil panen raya buah kopi musim yang masih disimpan oleh beberapa petani. 

Sedangkan untuk kopi buah selang harga lebih rendah berkisaran Rp 47.000/kg.

"Saat ini, untuk harga biji kopi buah musim seharga Rp 54.000, turun lagi kisaran Rp 4.000, dari awal bulan lalu," terang Setiadi salah seorang petani kopi dibincangi, Minggu (20/10).

Baca juga: Panen Kopi Selesai, Petani di Pagar Alam Beralih Ke Tanaman Lada, Bisa Laku Rp 100 Ribu per Kg

Baca juga: Dipengaruhi Kualitas, Harga Kopi di OKU Selatan Kini Anjlok Hingga Rp 53 Ribu Perkilo

Kendati demikian di tambahkan Setiadi, bahwa harga Rp 54.000/kg tersebut dibanderol untuk kopi buah musim, yang mana saat ini sudah tak dimiliki para petani mengingat sudah berada penghujung buah selang.

"Saat ini kopi musim sudah habis, tinggal kopi buah selang, yang di jual lebih murah karena kualitasnya yang tidak baik,"terangnya 

Disisilain, Aryanto petani dari Kisam Raya berharap harga jual kopi di tingkat tengkulak Kabupaten OKU Selatan, Sumsel kembali stabil di harga Rp 60.000/kg, hingga tiba musim panen raa tahun 2025 tahun depan.

Menurutnya, dengan harga terbesar di harga tersebut dapat meningkatkan pendapatan tahunan petani, sehingga dapat meningkatkan perekenomian mereka.

"Semoga harga kembali stabil, setidaknya diharga Rp 60.000/kg, sehingga pendapatan kita petani meningkat dalam mencukupi kebutuhan,"katanya.

"Sebab, jika harga 60.000/kg, para petani dapat menghasilkan Rp 50.000/kg, bersih dari biaya perawatan dan pengelolaannya,"tandasnya.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved