Berita Viral

Kecewanya Ibu Siswa Meninggal usai Diduga Dihukum Guru "Squat Jump" 100 Kali, SWH Tak Minta Maaf

Ibu korban, Yuliana tempuh jalur hukum atas meninggalnya sang anak RSS (14) akibat dihukum gurunya squat jump 100 kali.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Tribun-Medan.com/Fredy Santoso
Yuliana Padang, ibu dari RSS (14) siswa sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri I STM Hilir, Kabupaten Deliserdang tewas diduga usai disuruh Squat jump sebanyak 100 kali oleh gurunya, Jumat (27/9/2024). Kini tempuh jalur hukum. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Yuliana Padang tempuh jalur hukum atas meninggalnya sang anak RSS (14), siswa SMP Negeri 1 STM Hilir Deli Serdang, Sumatera Utara diduga setelah dihukum gurunya squat jump 100 kali.

Ibu korban, Yuliana Padang, mengatakan kematian anaknya telah diserahkan kepada pihak kuasa hukum.

Hal ini disampaikannya di kediamannya, Dusun I Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

"Awalnya sempat laporkan ke polisi (Polsek Talun Kenas), tapi saya sempat menolak karena kalau autopsi," ungkapnya, dikutip dari Tribun-Medan.com.

"Tapi sekarang sudah saya serahkan kepada kuasa hukum. Sekarang saya siap kalau autopsi itu harus dilakukan," sambungnya.

Ia mengungkapkan, dirinya belum menerima tindakan guru Agama Kristen berinisial SWH yang menghukum anaknya squat jump 100 kali. 

Kendati begitu, Yuliana meminta keadilan supaya guru tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Bahkan diakui Yuliana, SWH guru yang menghukum anaknya tidak ada itikad baik meminta maaf kepada keluarganya.

"Sampai sekarang dia (oknum guru boru Hutapea) belum ada menemui dan minta maaf. Cuma orang dari sekolah yang datang untuk berduka," terangnya. 

"Saya gak kenal sama gurunya itu, boru Hutapea tahu saya, dekat sini juga rumahnya," kata Yuliana. 

Baca juga: Sosok SWH, Guru SMP di Deli Serdang Hukum Siswa "Squat Jump" 100 Kali Berujung Meninggal

Yuliana, ibu siswa di Deli Serdang saat diwawancarai di kediamannya, Dusun I Desa Negara Beringin Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (28/9/2024). Yuliana mengaku mendapat permintaan terakhir dari anaknya agar memenjarakan gurunya berinisial SWH sebelum meninggal
Yuliana, ibu siswa di Deli Serdang saat diwawancarai di kediamannya, Dusun I Desa Negara Beringin Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (28/9/2024). Yuliana mengaku mendapat permintaan terakhir dari anaknya agar memenjarakan gurunya berinisial SWH sebelum meninggal (TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN)

Sementara, Paman korban, Pardamean, mengatakan proses hukum dipercayakan kepada Suwandri Sitompul.

Artinya, pihak sekolah dan guru akan dilaporkan ke kepolisian.

"Kami sudah kuasakan soal hukum ke Suwandri untuk proses jalur hukum," ungkapnya.

Baca juga: Penjarakan Mak, Permintaan Terakhir Siswa SMP Meninggal Usai Dihukum Guru Squat Jump 100 Kali

Pesan Terakhir Korban

Sementara, Yuliana juga mengungkap pesan terakhir anaknya sebelum meninggal dunia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved