Mayat Tergantung di Soak Batok Ogan Ilir
Beredar Rekaman CCTV Sebelum Rifani Ditemukan Tewas di Soak Batok Ogan Ilir, Sempat Hilang Kontak
Rifani Tamawiwi (47 tahun) terekam cctv berada di kawasan Kota Palembang sebelum akhirnya ditemukan tewas di Desa Soak Batok, Ogan Ilir, Sumsel.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Rifani Tamawiwi (47 tahun) terekam cctv berada di kawasan Kota Palembang sebelum akhirnya ditemukan tewas di Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumsel.
Keluarga terus berharap agar misteri yang menyelimuti Rifani bisa segera terungkap.
Sekitar sepekan sebelum ditemukan tak bernyawa, tepatnya pada 25 Agustus 2024, Rifani sempat terlihat beraktivitas di wilayah Kertapati.
Pria tersebut terekam CCTV berada di depan sebuah toko dekat Flyover Kramasan yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari kediaman Niken.
"Besoknya tanggal 26 (Agustus), kami kehilangan kontak dengan ayah. Kami cari ke mana-mana tidak ketemu," ujar Niken, anak Rifani, Selasa (24/9/2024).
Baca juga: Misteri Mayat Tergantung di Soak Batok Ogan Ilir, Berlumur Oli Bekas, Polisi Tunggu Hasil Forensik
Saat hari penemuan jasad Rifani, Niken awalnya diberi tahu salah seorang anggota keluarga yang mendapat informasi lewat media sosial.
"Setelah dipastikan, ternyata benar itu ayah. Kami juga diberi tahu kalau polisi sudah datang ke 1 Ulu (alamat rumah Rifani)," tuturnya.
Usai autopsi, jenazah Rifani dimakamkan di kampung halaman Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Niken mengungkapkan bahwa ayahnya diduga kuat meninggal dunia karena dibunuh.
Dugaan ini menguat karena saat ditemukan, jasad Rifani ditemukan dalam keadaan tergantung dan kedua kaki melipat menyentuh tanah.
Kemudian berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka di tangan kiri dan tengkorak kepala retak, diduga karena hantaman benda tumpul.
"Kemudian rahang ayah itu agak miring, tidak seperti gejala orang gantung diri. Kalau hasil autopsi, kami hanya diberi tahu secara lisan oleh polisi," ungkap Niken kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (24/9/2024).
Niken dan segenap anggota keluarga meminta polisi mengusut tuntas misteri yang menyelimuti tewasnya Rifani.
"Kami sudah melapor ke Polres Ogan Ilir dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Polisi bilang belum ada petunjuk, padahal bisa ditelusuri lewat kesaksian orang-orang yang terakhir bersama ayah. Rekaman CCTV kan ada," tutur Niken.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham membenarkan bahwa jasad Rifani telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Namun polisi belum bersedia menjelaskan progres penyelidikan perkara dugaan pembunuhan ini.
"Masih dilakukan penyelidikan," pungkas Ilham dihubungi terpisah.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.