Berita OKU Selatan

Diguyur Hujan 2 Hari Terakhir Disambut Antusias Petani Kopi di OKU Selatan, Mulai Lakukan Pemupukan

Hanya saja harga tinggi menolong para petani dalam meningkatkan pendapatan tahunan dari kebun kopi.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Alan Nopriansyah
Petani melakukan perawatan kebun kopi, pemangkasn ranting hingga pemupukan pasca mulai dilanda hujan. Selasa (10/9/2024). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Pasca musiM kemarau dalam beberapa bulan yan lalu, akhirnya petani di wilayah di Kabupaten OKU Selatan merasakan lagi guyuran hujan sejak dua hari terakhir.

Tibanya musim hujan yang diyakini bakal mengakhiri musim kemarau dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya kopi dengan mulai melalukan pemupukan.

Dikatakan Yanto (53), bahwa pasca panen bulan lalu sudah lama para petani menantikan hujan untuk memupuk  pupuk dasar anorganik NPK dan Urea di kebun Kopi.

"Karena kalau hujan pupuk akan bekerja dengan baik untuk kebaikan tanaman kopi, beda kalau musim kemarau bisa dikatakan akan mubazir," katanya, Selasa (10/9).

Yanto berharap dengan melakukan pemupukan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen untuk tahun yang akan datang, yang seharusnya dilakukan dalam 4-5 bulan satu kali pemupukan.

"Normalnya dalam setahun dipupuk 3 kali, tapi mengingat harga kopi tahun ini melambung tinggi. Dimana sebelumnya tahun lalu hanya 1-2 kali saja dalam setahun,"bebernya.

Baca juga: Petani di OKU Selatan Tengah Sumringah, Harga Lada Tembus Hingga Rp 80 Ribu Perkilo

Baca juga: Kebakaran di Muaradua Kisam OKU Selatan, 1 Rumah Beserta Barang Berharga di Dalamnya Hangus Terbakar

Di tahun ini, dengan harga kopi meroket tembus Rp 70.000 membuat petani jor-joran melakukan perawatan mulai dari pemangkasan tunas ranting hingga pemberian pupuk terhadap tanam kopi yang mereka kelola.

Diungkapkan petani lainnya Ujang (38) bahwa hasil panen di tahun ini terbilang belum memuaskan bagi mereka.

Hanya saja harga tinggi menolong para petani dalam meningkatkan pendapatan tahunan dari kebun kopi.

"Dalam satu hektare maksimal 1,5 -2 ton baru dikatakan panennya berhasil. Tahun ini hanya mendapat 8-9 kwintal saja, beruntung harga tinggi,"ujarnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved