Berita Palembang
Detik-detik Jukung Tenggelam di Sungai Musi Palembang, Sang Ibu Berjibaku Selamatkan Anak Balitanya
Kapal Jukung tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran saat mengangkut material bangunan.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peristiwa dramatis terjadi saat kapal jukung tenggelam di Sungai Musi Palembang.
Diketahui, kapal jukung tersebut ialah milik Edi Kurniawan (33) yang ditinggali bersama keluarganya selama 10 tahun terakhir.
Kapal Jukung tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran saat mengangkut material bangunan.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat Kapal Jukung Sama Cinta 08 yang menjadi tempat tinggal Edi bersama istri dan kelima anaknya harus tenggelam pada insiden yang terjadi di dermaga 16 Ilir, pada Kamis (22/8/2024) sore.
Kapal jukung tersebut hendak mengangkut material besi dan semen dari dermaga 16 Ilir menuju ke Jalur 16, Banyuasin.
Pantauan, di lokasi para pekerja dan warga gotong royong mengangkut kembali material besi yang tenggelam bersama jukung di dasar sungai musi.
Prosesnya dibantu oleh beberapa penyelam tradisional yang menyelam di dermaga 16 Ilir.
Edi bersama istrinya Wulan (34) sudah tinggal di jukung selama kurang lebih 10 tahun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berprofesi sebagai jasa angkutan barang kapal jukung di dermaga 16 Ilir.

Baca juga: Jadi Tempat Tinggal, Kapal Jukung Edi Tenggelam di Sungai Musi Palembang, Bocor Saat Angkut Material
Baca juga: Bocah 7 Tahun Jatuh Saat Main di Sungai Musi Palembang Ditemukan Tewas, Jaraknya 50 Meter dari TKP
Wulan istri Edi mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15:30 WIB, saat Edi hendak membawa barang-barang material berupa besi dan rangka baja.
Tiba-tiba kapal jukung mereka bocor kemasukan air yang membuat lambung kapal dipenuhi air dan membuatnya tenggelam.
"Suami lagi memindahkan besi-besi dan rangka baja ke jukung, rencana mau dibawa ke Jalur 16 Banyuasin. Pas tinggal semen saja yang belum diangkut, tiba-tiba air masuk dari kiri dan kanan kapal yang rupanya bocor, " ujar Wulan kepada Tribunsumsel.com, Jumat (23/8/2024).
Saat itu Edi, Wulan dan anaknya yang paling kecil masih di dalam jukung panik seketika dan langsung menyelamatkan diri agar tidak ikut tenggelam.
"Kejadiannya cepat, kami semua panik langsung keluar kapal dan lompat ke kapal jukung lain. Kapal jukung yang jadi tempat tinggal kami juga sudah hancur," ungkapnya.
Dengan berderai air mata, Wulan mengungkap kalau dia sekeluarga sudah hampir 10 tahun Edi sehari-hari beraktivitas dan tinggal di kapal jukung.
Mereka merupakan warga perantauan yang berasal dari Desa Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir.
AJI Palembang Siapkan Posko dan APD untuk Lindungi Jurnalis di Palembang |
![]() |
---|
Pemprov Sumsel Tetapkan SMA, SMK dan SLB Belajar Secara Online 1-2 September 2025, Terkait Ada Aksi |
![]() |
---|
Pesan Ratu Dewa Saat Aksi di Palembang, Tetap Jaga Ketertiban dan Jangan Anarkis |
![]() |
---|
Remaja di Palembang Dibacok Sekelompok Pemuda Saat Main Bola di Malam Hari, Diserang Pakai Celurit |
![]() |
---|
Besok Sekolah di Palembang Diminta Belajar Secara Online, Terkait Ada Aksi Damai 1 September |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.