HUT RI
Cara Membuat Telok Ukan Khas Palembang, Makanan Spesial Momen 17 Agustus, Berbahan Dasar Telur Bebek
Telok ukan menjadi salah satu makanan khas Palembang yang hanya ada pada momen 17 Agustus.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Telok ukan menjadi salah satu makanan khas Palembang yang hanya ada pada momen 17 Agustus.
Berbahan dasar telur bebek, telok ukan biasanya mudah dijumpai di sepanjang Jalan Merdeka Palembang setiap menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
"Saya jualan Telok Ukan ini sejak 1 Agustus sampai nanti 18 Agustus dan sudah puluh tahun dari tahun 2000," kata Rudi salah satu pedagang telok ukan di Jalan Merdeka depan Kantor Walikota Palembang, Jumat (9/8/2024).
Menurut Rudi, telok ukan adalah penyebutan lain dari kata telok bukan (Telok Ukan) atau yang dalam bahasa Indonesia berarti telur atau bukan.
Rasanya gurih, aroma pandan terasa dan berasa gemuk isinya yang padat.
"Kata-kata tersebut dahulu sering dilontarkan pendatang atau orang yang bukan asli Palembang. saat pertama kali melihat tampilan Telok Ukan yang memang berbeda dari telur-telur pada umumnya," kata Rudi.
Baca juga: 12 Contoh Yel-Yel Gerak Jalan Untuk Anak SD yang Seru dan Penuh Semangat, Semarak 17 Agustus 2024
Rudi menjelaskan, telok ukan ini terbuat dari telur bebek.
Bagaian atas cangkang telur, dilubangi. Setelah itu isi telur dikeluarkan, campurkan dengan air pandan dan kapur sirih kemudian dikocok sampai tercampur rata.
Adonan yang telah diberi bumbu di masukkan kembali dalam cangkang telur, lalu di tutup dengan kayu gabus. Setelah itu, direbus selama setengah jam atau kurang lebih 30 menit. Selesai.
"Telok Ukan ini harganya Rp 5000, dalam sehari bisa terjual sampai 30 butir. Biasanya nanti mendekati tanggal 17 Agustus baru ramai yang beli bisa sampai 50 butir terjual dalam sehari," ungkapnya.
Sedangkan Sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji menambahkan kuliner khas Palembang yang banyak dibuat saat menyambut 17 Agustus untuk perayaan 17 Agustus. Salah satu khas kuliner yang muncul ya Telok Ukan ini.
"Telok Ukan, Telok Bukan? Karena pada zaman dulu telor bebek itu mahal maka diolah la telur tersebut, sehingga dari bahan satu telur bisa jadi 3-4 Telok Ukan," katanya
Menurutnya belum ada catatan pasti kapan Telok Ukan. Namun berdasarkan informasi yang ada Telok Ukan ini ada
seiring adanya Bidar.
Jadi masyarakat berinovasi mengahdirkan kuliner-kuliner jelang Agustusan dan Telok Ukan ini bisa bertahan beberapa hari.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Meriahnya Lomba Bidar di OKU Timur, Pemkab Janji Bakal Digelar Setiap Tahunnya |
![]() |
---|
Gelar Liwetan Sepanjang 500 Meter, Cara Warga di Pagar Alam Untuk Meriahkan HUT ke-79 RI |
![]() |
---|
Tiba di Kampung Halaman, 2 Paskibraka Asal Palembang Ungkap Pengalaman jadi Petugas Upacara di IKN |
![]() |
---|
Lomba Bidar Berhadiah Motor Hingga Mobil Daihatsu Ayla di Lais Muba, Warga dan Peserta Antusias |
![]() |
---|
Tak Ingin Terlewat Momen Karnaval Budaya HUT ke-79 RI, Warga Prabumulih Sampai Bawa Tikar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.