Berita Pagar Alam
Bisa Dijual Hingga Rp 300 Ribu Perkilo, Petani di Pagaralam Banyak yang Beralih Menanam Kopi Arabika
Nilai jual kopi Arabika lebih tinggi daripada Kopi Robusta yang selama ini menjadi jenis tanaman kopi terbanyak yang ditanam di Kota Pagar Alam.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Slamet Teguh
LAPORAN Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Sejumlah petani kopi di Kota Pagar Alam saat ini mulai beralih menanam kopi jenis Arabika.
Hal ini disebabkan nilai jual kopi Arabika lebih tinggi daripada Kopi Robusta yang selama ini menjadi jenis tanaman kopi terbanyak yang ditanam di Kota Pagar Alam.
Beberapa kawasan seperti di Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah dan kawasan Desa Kerinjing Kecamatan Dempo Utara saat ini sudah mulai mengembangkan tanaman Kopi Arabika tersebut.
Bahkan berdasarkan data yang dihimpun Sripoku.com, untuk Kecamatan Dempo Tengah sudah ada sekitar 4 Hektar lahan Kopi Arabika, sedangkan di Kecamatan Dempo Utara hampir 12 hektar lahan petani yang ditanami Kopi jenis Arabika tersebut.
Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Pagar Alam Kini Terancam Gagal Panen Setelah Saluran Irigasi Jebol
Baca juga: Tingkatkan Produksi Kopi Pagar Alam Lewat Klon Unggul Sambung Pucuk, Pemkot Launcing Aplikasi Stepi
Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam Sutriani melalui Sekertaris Dinas Pertanian Diki Herlambang membenarkan jika saat ini sudah ada petani kopi di Pagar Alam yang mulai megembangkan tanaman Kopi Arabika.
"Sudah ada belasan hektar lahan tanaman Kopi Arabika di Pagar Alam saat ini. Seperti di Kecamatan Dempo Tengah yaitu didaerah Desa Rimba Candi dan Kecamatan Dempo Utara yaitu dikawasan Desa Kerinjing dan sekitarnya," ujarnya.
Saat ini Dinas Pertanian Kota Pagar Alam terus mengajak para petani Kopi di Pagar Alam untuk mencoba menanam Kopi Arabika terutama petani yang memiliki lahan diatas ketinggian 1.000 MDPL.
"Kita sudah meminta bantuan bibit kopi Arabika baik ke Provinsi dan Pusat. Harapan kita nanti Pagar Alam juga akan menjadi sentral tanakan kopi Arabika yang nilai ekonomisnya lebih tinggi dari Kopi jenia Robusta," katanya.
Salah satu petani kopi Arabika Dendi mengatakan, jika nilai jual kopi Arabika memang cukup menjanjikan.
Pasalnya harganya jauh lebih mahal dari harga kopi Robusta.
"Satu kilo Green Bean kopi Arabika saat ini bisa diharga Rp170 ribu hingga Rp200 ribu perkilogram itu masih bentuk biji kering. Sedangkan jika sudah menjadi bubuk Kopi maka harganya bisa mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu tergantung kualitasnya," ungkapnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Update Longsor Empat Lawang: Jalan Lintas Kepahiang-Pagar Alam Baru Bisa Dilalui Motor & Mobil Kecil |
|
|---|
| Sertijab Perwira, AKP Angga Kurniawan Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Pagar Alam |
|
|---|
| Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah Angkat Bicara Soal Penutupan Akses Wisata di Gunung Dempo |
|
|---|
| Destinasi Wisata Gunung Dempo Ditutup Imbas Izin HGU PTPN 7, Gubernur Herman Deru Siap Bantu Mediasi |
|
|---|
| Penutupan Sementara Destinasi Wisata Kawasan Gunung Dempo Pagar Alam Disorot, PTPN 7 Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tampak-tanaman-Kopi-jenis-Arabika-i-kembangkan-oleh-petani-dan-Dinas-Pertanian-Kota-Pagar-Alam.jpg)