Berita OKI
Disdik OKI Larang Sekolah Gelar Study Tour dan Perpisahan Mewah, Tegaskan Sanksi
Dinas Pendidikan Kabupaten OKI resmi mengeluarkan surat edaran terkait menghadapi masa libur semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Kabupaten OKI resmi mengeluarkan surat edaran terkait menghadapi masa libur semester genap tahun ajaran 2025/2026.
- Di antaranya melarang sekolah menggelar study tour, konvoi kelulusan, serta acara perpisahan mewah demi meringankan beban ekonomi orangtua murid.
- Kepala Disdik OKI, Muhammad Refly, menegaskan ancaman sanksi tegas bagi satuan pendidikan yang nekat melanggar aturan.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, melarang pihak sekolah menggelar study tour untuk mengisi libur panjang semester genap atau kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026.
Seperti diketahui, jadwal libur semester genap 2025/2026 dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, ditandai dengan libur kenaikan kelas sekitar tanggal 29 Juni - 10 Juli 2026.
Mengingat libur sekolah berlangsung sekitar dua pekan, Disdik OKI mengimbau siswa mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP untuk mengisi libur dengan kegiatan bermanfaat.
Selain itu pihak sekolah diimbau untuk tidak menggelar study tour maupun konvoi kelulusan ke luar daerah demi meringankan beban ekonomi para orangtua murid.
Ditegaskan oleh Kepala Disdik OKI, Muhammad Refly, kebijakan terkait kegiatan akhir tahun ini telah dituangkan dalam surat edaran resmi bernomor: 420/393/SKR/DISDIK/2026.
"Larangan berlaku menyeluruh di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK) atau raudhatul athfal (RA), hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP) atau madrasah tsanawiyah (MTs)," tegas Refly saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (9/5/2026) siang.
Selain melarang acara seremonial dan jalan-jalan, pihak Disdik juga mengharamkan aksi konvoi sepeda motor, aksi coret-coret seragam, dan sejenisnya yang dinilai kerap mengganggu ketertiban umum.
"Ada dua alasan utama di balik terbitnya aturan ini. Pertama, demi optimalisasi waktu belajar. Guru dan siswa diminta memaksimalkan waktu tersisa guna menghadapi ujian kenaikan kelas, ujian akhir, dan fokus pengisian nilai rapor," ujarnya.
"Kedua paling penting adalah pertimbangan efisiensi biaya. Acara perpisahan sering mengharuskan wali murid merogoh kocek dalam untuk membeli baju seragam khusus, dekorasi, hingga konsumsi. Begitu pun study tour mewajibkan biaya transportasi dan akomodasi yang tak sedikit,"katanya menambahkan.
Selain itu, Disdik OKI menekankan agar pihak sekolah berhenti membebani orangtua dengan pungutan-pungutan di luar kebutuhan pokok pendidikan.
"Kebijakan ini kita harapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua murid. Dana yang ada sebenarnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih produktif bagi peningkatan mutu pendidikan anak," imbuh Refly.
Meski melarang acara yang bersifat hura-hura dan menguras biaya, Disdik tak melarang sekolah merayakan kelulusan.
Sekolah disarankan mengganti perpisahan dengan kegiatan yang lebih edukatif, religius, dan sederhana.
"Kegiatan tersebut bisa berupa doa bersama, syukuran kelas, atau pembagian hadiah penghargaan bagi siswa berprestasi yang dirangkai dengan pembagian rapor," sambungnya.
Terkait aturan ini, Refly berharap seluruh kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan orangtua dapat mematuhi serta mendukung demi kepentingan bersama.
| Mobil Toyota Calya Hangus Terbakar Saat Terparkir di Garasi Rumah Panggung di OKI, Warga Panik |
|
|---|
| 357 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans-Sumatra Selama Libur Panjang, Alami Kenaikan 20 Persen |
|
|---|
| Libur Panjang, Volume Kendaraan di Jalan Tol Trans-Sumatra Melonjak hingga 44 Persen |
|
|---|
| Santai Kendarai Motor CRF Hasil Curian, Pencuri di Tulung Selapan OKI Kaget Disergap Polisi di Jalan |
|
|---|
| Begal di OKI Tendang Emak-Emak Penjual Pisang Sampai Jatuh, Uang Hasil Rampasan Dipakai Main Judi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Disdik-OKI-Larang-Sekolah-Study-Tour-dan-Perpisahan-yang-Bebani-Orangtua.jpg)