Berita Pagar Alam

Aktivitas Gunung Api Dempo Kota Pagar Alam Mengalami Peningkatan, Berpotensi Terjadi Erupsi

Pada priode 7–8 Agustus 2024 tidak terekam adanya erupsi maupun aktivitas yang signifikan.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Wawan Septiawan
Gunung Dempo - Aktivitas Gunung Api Dempo Kota Pagar Alam Mengalami Peningkatan, Berpotensi Terjadi Erupsi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Aktivitas Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagar Alam berdasarkan hasil resume pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengalami peningkatan. 

Bahkan pada 27 dan 31 Mei 2024 terekam gempa erupsi dengan visual berupa emisi asap di atas danau kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian maksimal 500 dan 200 meter di atas danau kawah dan lontaran material erupsi mencapai jarak maksimal 300 meter dari pusat kawah.

"Untuk pengamatan pada tanggal 5 Agustus 2024, air danau kawah berwarna hijau tosca, kemudian tanggal 8 Agustus 2024 air danau kawah berwarna abu-abu," ujar kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc melalui siaran pers, Kamis (8/8/2024).

Pada priode 7–8 Agustus 2024 tidak terekam adanya erupsi maupun aktivitas yang signifikan.

Sedangkan untuk perkembangan terakhir aktivitas Gunung Dempo hingga periode 1–8 Agustus 2024

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 17–28 derajat Celcius. Terjadi perubahan warna danau pada tanggal 8 Agustus 2024," jelasnya.

Kegempaan Gunung Dempo terdiri dari 2 kali gempa Hembusan, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Terasa skala I MMI, 6 kali gempa Tremor Menerus
dengan amplitudo 0,5–2 mm, dominan 0,5 mm.

"Hasil spektogram gempa Gunung Dempo menunjukkan gempa frekuensi rendah (frekuensi dominan sekitar 2,4 Hz) yang berasosiasi dengan input fluida masih terekam. Gempa dengan frekuensi ini dapat memicu terjadinya input fluida secara tiba-tiba dan dapat bereaksi langsung ke permukaan," jelasnya.

Baca juga: Kubu Petahana Pecah Kongsi di Pilkada Pagar Alam 2024, Calon Wakil Walikota Bisa Jadi Penentu

Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Pagar Alam Kini Terancam Gagal Panen Setelah Saluran Irigasi Jebol

Potensi bahaya saat ini berupa erupsi freatik dengan ancaman bahaya berupa lontaran material dari kawah utama melanda wilayah dengan radius 1 km dari pusat erupsi. Hujan abu tipis dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Dempo masih berada pada Level II atau waspada.

"Untuk itu kami merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi-Gunung Dempo dalam radius 1 km, serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan," tegasnya.

Masyarakat sekitar Gunung Dempo diimbau agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dempo, dan tetap
mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Dempo melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

"Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Dempo di Kelurahan
Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan
Geologi di Bandung," ungkapnya.

Tingkat aktivitas Gunung Dempo akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum diterbitkan.

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved