Kasus Vina Cirebon

Pengakuan Ismail Lihat Aksi Motor "Standing" Diduga Eky dan Vina sebelum Tewas, Berani Bersumpah

Saksi asal Bekasi di TKP kematian Vina dan Eki, Muhammad Ismail mengaku melihat Eky dan Vina standing motor berkendara ugal ugalan bak orang mabuk..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Pengakuan Ismail ke Dedi Mulyadi, sempat lihat aksi motor standing diduga Eky dan Vina 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Muhammad Ismail, seorang pria dari Bekasi mengaku berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian Vina dan Eki 2016 silam.

Ia memang tinggal di Bekasi, namun saat kejadian, ia berada di Cirebon, Jawa Barat.

Ismail mengaku jika dirinya sempat melihat pasangan diduga Eky dan Vina berkendara ugal-ugalan hingga mengalami kecelakaan.

Hal tersebut diungkapnya saat mendatangi Dedi Mulyadi di kediamannya, dilansir dari tayangan youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Rabu (7/8/2024).

"Kalau saya melihat kecelakaan pak," katanya.

"Di Bekasi?," tanya Dedi.

"Di Jembatan Cirebon pak, tanggal 27 Agustus, 2016, hari Sabtu," jelas Ismail.

"Kok bapak inget sih?," ucap Dedi.

Potret Dedi Mulyadi, Mantan Bupati Purwakarta sekaligus anggota DPR RI Kini Bereaksi Kasus Vina dan Eky Cirebon
Potret Dedi Mulyadi, Mantan Bupati Purwakarta sekaligus anggota DPR RI Kini Bereaksi Kasus Vina dan Eky Cirebon (youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Ismail mengaku jika kala itu dirinya berada di Cirebon untuk mendampingi anak angkatnya melamar wanita.

Sehingga Ismail mengingat kejadian saat berada di jembatan Talun Cirebon.

"Saya inget gini Pak, pas anak angkat saya lamaran," jelas Ismail

"Bapak ngelamar siapa? namanya siapa," lanjut Dedi.

"Anak angkat saya pak, namanya Purnomo," jelasnya.

"Ngelamar siapa," tanya Dedi Mulyadi.

"Ngelamar cewek pak," jawab Ismail.

"Lah iya pasti cewek, ga mungkin Yudha atau Edi Supriadi, Purnomo pasti lamar cewek, namanya siapa," sahut Dedi tertawa.

"Nama ceweknya Yeni, di Watu Belah, Desa Watu Belah Cirebon," pungkasnya.

Dedi kemudian menanyakan soal sosok yang mengalami kecelakaan di Cirebon.

Ismail sontak menjelaskan jika dirinya menduga pasangan yang mengalami kecelakaan bermotor itu benar Vina dan Eky.

"Kemudian peristiwa kecelakaan yang bapak lihat itu peristiwa kecelakaan siapa?," tanya Dedi.

Baca juga: Reaksi Dedi Mulyadi Dilaporkan Aep Dituding Sandera Ayah, Tertawa Santai: Hebatnya Bernyali

Baca juga: Aep Saksi Vina Stres, Tuding Dedi Mulyadi Sandera & Intimidasi Ayahnya dengan Tujuan Ubah Kesaksian

"Diduga Eky sama Vina pak," katanya.

"Kenapa kalimatnya diduga? Bapak takut dilaporin?," ujar Dedi Mulyadi penasaran.

"Bukan pak, kondisi itu ya apa malam ya pak ya, jam 10 lewat 15, karena saya pulang dari rumah Yeni itu jam 10an pak," jawab Ismail.

"Berarti bukan cuma bapak?," ucap Dedi Mulyadi.

"Sama anak saya pak, berdua," jelas Ismail.

"Jadi bapak menduga yang kecelakaan Eky sama Vina? bapak ngeliatnya gimana sih?," Dedi kembali bertanya.

Ismail menjelaskan jika saat itu sosok diduga Eky itu mengendarai motor ugal-ugalan.

Sehingga akhirnya ia mengalami kecelakaan dan ikut melukai Vina.

"Saya kan berlawanan arah pak, saya dari Watu Belah mau nginep ke Kejaksaan, harusnya ke kiri tapi saya ke kanan karena Sumber lampu merah, ketemu jembatan, dari jauh itu dia goyang pak kayak orang mabok," jelasnya kepada Dedi Mulyadi.

"Kan bapak dari sana, bapak naik mobil atau motor, kok bapak bisa lihat,' tanya Dedi.

"Motor, ya kan kelihatan, anak juga bilang kenapa tuh orang pak mabok," jelas Ismail.

"Mungkin ya pak, bukan 150 meter kayak Aep," sambung Ismail.

Mengejutkannya, Ismail menyebut jika Eky sempat membawa motornya dengan standing.

"Iya terus standing pak," ujar Ismail kembali bersuara,

"Diangkatin?," kata Dedi bertanya.

"Iya standing kali ya pak, sambil teriak teriak kayak orang gembira gitu pak," jelasnya.

Foto Eky dan Vina. Saksi Rana alias Piying, tukang ojek mengaku melihat Vina dan Eky dikejar dua pemuda bermotor di malam sebelum tewas dibunuh, pada 27 Agustus 2016.
Foto Eky dan Vina. Saksi Rana alias Piying, tukang ojek mengaku melihat Vina dan Eky dikejar dua pemuda bermotor di malam sebelum tewas dibunuh, pada 27 Agustus 2016. (facebook/Vina Dewi)

Dedi Mulyadi yang mendengar itu merasa kaget.

Ia lantas menegaskan ke Ismail agar tak bohong.

Sebab kesaksian Ismail sangat dibutuhkan untuk membebaskan para tersangka.

"Oh, bener nih pak jangan bohong lo," tegas Dedi.

"Saya mau disumpah apa aja pak," jawab Ismail.

"Bapak siap membuat kesaksian di atas notaris? enggak main mainin loh pak," kata Dedi Mulyadi.

"Siap pak," kata Ismail yakin.

"Ini keterangan bapak itu penting untuk nyelamatin orang, bapak siap di Pengadilan, bapak siap diperiksa Bareskrim?. Oke, siap ya pak ya, merinding saya pak lemes," kata Dedi kepada Ismail.

Ismail juga menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa waktu lalu ingin menemui Dedi Mulyadi.

Namun saat itu tak bisa menemui Dedi yang tak berada di tempat.

"Saya mau ngomong di youtube pak, kalau yang tau informasi datang, saya tanggal 4 minggu kemarin kesini, katanya suruh catet buku, ada nama saya pak, saya mau ngomong sama bapak," jelas Ismail.

"Oh masih dekatlah tanggal 4, sekarang sudah tanggal 6, dua hari, oh saya ke Jogja," jawab Dedi memberikan penjelasan.

Terakhir, Ismail kembali membenarkan jika sosok diduga Vina dan Eky mengendarai motor ugal ugalan.

"Terus kayak orang mabok, standing dan nabraknya trotoar yang ditengah pak," jelasnya.

"Hampir sama, motor diangkatin," kata Dedi.

"Saya gaberani turun kan juga rintik," ujar Ismail.

"Motor diangkatin, tau anak muda begitu pak, kan pakai motor pak, anak muda bonceng cewek, kan biasa gitu kita lihat, lampunya nyala?," tanya Dedi Mulyadi.

"Iya mental, ga seimbang, nabrak ke kanan, ke trotoar, badannya ke tiang listrik.

Vina pake jaket biru putih tuh pak diiket," pungkasnya.

Baca juga: Eks Wakapolri Oegroseno Singgung Tawa Iptu Rudiana di Konferensi Pers Kasus Vina: Tidak Sedih

"Bener," sahut Dedi.

"Kalau Eki begini (tengkurep), saya melihat pak, makanya saya berani kesini ngomong sama bapak, saya takut pak," kata Ismail.

"Ya kalau bener ga takut, bapak sekarang yakin keterangannya benar?," ujar Dedi.

"Benar pak yakin," jawab Ismail.

"Bapak nanti saya kasih pengacara biar didampingi dan kemudian bapak bisa memberikan keterangan nanti, ini keterangan bapak bisa nyelamatin orang," Dedi Mulyadi meyakinkan.

"Saya yakin mereka ga salah pak, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri," ujarnya menangis.

"Saya jauh dari Bekasi pak, nginep di Masjid demi Allah, mau ketemu bapak mau ngomong, terus ke mas Ferry," sambungnya.

"Waktu itu ga ada yang nyampein ke saya, cuma ada yang dari Ciamis 2 bis sama 2 mobil," kata Dedi.

"Saya nginep di pom bensin sini," jawab Ismail.

"Saya mohon maaf banget sama bapak, saya ga ada yang sampein, mohon maaf banget," tutup Dedi Mulyadi.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

(*)

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved