Berita Muba
Masyarakat Resah, Jembatan P6 di Lalan Muba Retak Tertabrak, Pemkab Kejar Pemilik Kapal Diperbaiki
jembatan yang berada di Kecamatan Lalan ini menjadi satu-satunya akses jembatan yang digunakan oleh masyarakat.
Penulis: Fajri Ramadhoni | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Insiden penabrakan jembatan (P.6) di Kecamatan Lalan Musi Banyuasin oleh kapal pengangkut tanah merah kini ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Muba.
Kepala Dinas Perhubungan Musni Wijaya SSos menyampaikan, jembatan yang berada di Kecamatan Lalan ini menjadi satu-satunya akses jembatan yang digunakan oleh masyarakat.
"Makanya aset jembatan ini sangat dijaga. Dengan terjadinya insiden penabrakan jembatan (P.6) di Kecamatan Lalan oleh kapal pengangkut tanah merah ini, kami menganggap ini sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Lanjutnya, melihat kondisi Jembatan (P.6) Lalan yang ditabrak oleh kapal pengangkut tanah merah sudah terbilang cukup parah dan mengkhawatirkan. Tabrakan bermula saat tugboat atau kapal Adi Putra melintas di bawah Jembatan P.6 Lalan tidak menggunakan Assist.
Ukuran Tongkang 150 Feet dengan bermuatan tanah merah 800 M kubik Tanah.
"Untuk saat ini, kondisi kapal dan tongkang sementara masih ditahan oleh pihak Polairud dan siap bertanggung jawab sepenuhnya atas kerusakan jembatan. Karena kondisi jembatan masih dalam keadaan mengkhawatirkan, maka kami ingatkan kendaraan yang bermuatan berat agar mengurangi aktivitas," tegasnya.
Baca juga: Pria di Musi Banyuasin Aniaya Tetangganya Saat Pulang Mencari Bibit Sawit, Korban Alami Luka Parah
Baca juga: 313,5 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang 2024, OKI, PALI dan Musi Banyuasin Paling Banyak Karhutla
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba Alva Elan menyampaikan, setelah ditabrak kondisi Jembatan (P.6) Lalan kini mengalami retakan yang parah. Pile Cap pada Pilar Pier 2 dan Struktur Penahan Gempa pada Pier Head tepatnya di atas perairan dari arah Desa Galih Sari P11 Kecamatan Lalan, mengalami retak akibat ditabrak Kapal Tongkang.
"Kerusakan yang terus menerus dibiarkan saja tanpa adanya penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan penurunan kinerja struktural maupun fungsionalnya dan berdampak buruk terhadap berkurangnya masa layak suatu jembatan," ungkapnya.
Pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap jembatan tersebut, tetapi ia mengaku juga membutuhkan tenaga ahli untuk melakukan penilaian terhadap kondisi jembatan ini menggunakan alat yang memadai. "Karena untuk mengetahui kelayakan jembatan dari penilaian tim ahli," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Kecelakaan Maut di Muba, Senggol Truk Saat Hendak Nyalip, Pemotor Tewas Usai Jatuh, Alami Luka Parah |
|
|---|
| Berbobot Nyaris 1 Ton, Sapi Simental Bantuan Presiden Prabowo Akan Tiba di Muba H-2 Jelang Lebaran |
|
|---|
| Ditinggal Isi BBM, Tongkang Muatan Batu Bara Terseret Arus Hantam Tiang Fender Jembatan Sungai Lilin |
|
|---|
| 3 Bulan Jadi Buron, Pencuri Pipa Pertamina di Babat Supat Akhirnya Diringkus Polisi |
|
|---|
| Daftar 3 PJU dan 4 Kapolsek di Muba Resmi Dilantik, Kompol Helmi Ardiansyah Jabat Wakapolres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kepala-Dishub-Muba-Musni-Wijaya-SSOs-MSi-ketika-memimpin-rapat-terkait-tertabraknya.jpg)