Berita Palembang
Batal Mogok Senin Depan, Sopir Truk Boom Baru Tetap Beroperasi Hingga Pekan Depan, Ini Alasannya
Sopir mobil truk kontainer yang tergabung dalam Persatuan Sopir Pelabuhan Boom baru (PSPB) batal mogok kerja Senin (15/7/2024) pekan depan.
Penulis: Hartati | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sopir mobil truk kontainer yang tergabung dalam Persatuan Sopir Pelabuhan Boom baru (PSPB) batal mogok kerja Senin (15/7/2024) pekan depan.
Kepastian batal mogok kerja ini disampaikan Ketua PSPB Palembang, Zulkarnain.
Dia menyebut sopir batal mogok kerja karena Pj Walikota Palembang Ucok A Damenta baru akan bertemu atau audiensi dengan sopir pada 19 Juli mendatang.
Dari hasil audiensi itulah nanti, baru akan diputuskan apakah permintaan kelonggaran jam operasional masuk kota seperti tuntutan sopir dikabulkan atau tidak.
Jika tidak dikabulkan maka sopir akan tetap mogok kerja.
"Tunggu hasil pertemuan, kalau disetujui kita lanjut kerja tapi kalau tidak disetujui baru mogok," ujarnya, Sabtu (13/7/2024).
Sebelumnya sopir truk ini sepakat akan mogok kerja pada 15 Juli dan meminta Pemkot memberi kelonggaran jam masuk kota jangan pukul 21.00 WIB-06.00 WIB karena terlalu lama dan banyak waktu terbuang.
Zulkarnain mengatakan sopir truk kontainer ini adalah warga Palembang namun tidak bisa pulang ke rumah karena pembatasan jam operasional masuk kota ini sehingga mereka tertahan di jalan atau gudang lokasi bongkar muat barang.
Sebab usai mengambil kontainer berisi muatan di pelabuhan dan diantar ke gudang di kawasan Tanjung Api-api, mereka tidak kembali pulang pagi harinya karena harus menunggu pukul 21.00 WIB agar bisa kembali masuk kota.
Padahal sopir ini warga Palembang bukan berasal dari luar kota, akibatnya karena tidak bisa masuk kembali ke kota mereka terpaksa menunggu di mobil menjaga mobil agar aman dan tidak jadi korban pencurian.
Mereka terpaksa tidak bisa pulang tidak bisa berkumpul bersama keluarga dan hanya istirahat seadanya saja di mobil.
"Mobil tidak bisa ditinggalkan begitu saja untuk pulang sebab kalau ditinggal baterai hilang, muatan rusak dan adanya pencurian lainnya," ujarnya.
Karena lelah habis waktu menunggu dan tidak bisa berkumpul bersama keluarga, tidak ada waktu untuk kegiatan sosial, itulah mereka minta kebijakan kelonggaran jam masuk kota lebih cepat saat jam tidak terlalu padat.
Zulkarnain dan anggota persatuan sopir berharap agar pemerintah bisa memberi kelonggaran sehingga sopir mobil kontainer bisa masuk kota lagi dan mengembalikan kontainer kosong ke depo juga mengistirahatkan mobil di depo.
Jika mobil bisa masuk kota maka mereka bisa kembali pulang istirahat dan berkumpul bersama keluarga.
"Kesehatan kami terganggu karena lama menunggu masuk kota, badan rasanya demam dan tidak ada waktu bersama keluarga juga bersosialisasi bersama lingkungan sekitar, jadi kami mohon kebijakannya agar diberi kelonggaran waktu bisa masuk dalam kota di jam tidak sibuk," tambah Zulkarnain.
Bulog Sumsel Babel Pastikan Pasokan Beras SPHP Aman, Stok di Gudang Cukup Hingga 10 Bulan ke Depan |
![]() |
---|
Pria di Palembang Curi Laptop & TV di MTS Miftahul Jannah Kenten Banyuasin, Uangnya Untuk Beli Sabu |
![]() |
---|
Sensasi Berbeda 'Kedai Sedolor Mancing' Palembang, Bisa Mancing Sambil Menikmati Jembatan Ampera |
![]() |
---|
Pemkot Palembang Bakal Perbaiki Jalan Setapak Bertiang di Kalidoni Palembang, 5-6 Bulan Selesai |
![]() |
---|
Masih Dijabat Plt, Posisi Dirut RSUD Palembang Bari dan Kasat Pol PP Masih Tunggu Persetujuan BKN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.