Berita Lipsus Koperasi

Pinjam Uang di Koperasi, Tak Perlu Jaminan -3

Seperti yang diungkapkan Wati (44) IRT warga Kecamatan Kemuning, yang saat ini memilih meminjam uang koperasi untuk keperluannya.

Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Ilustrasi - Pinjam Uang di Koperasi, Tak Perlu Jaminan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sejumlah warga memiliki alasan memilih koperasi untuk meminjam uang untuk modal usaha atau keperluan lainnya, dibanding badan usaha lainnya.

Selain tidak ribet, diakui warga jika dengan meminjam melalui koperasi tidak diperlukan jaminan.

Seperti yang diungkapkan Wati (44) IRT warga Kecamatan Kemuning, yang saat ini memilih meminjam uang koperasi untuk keperluannya.

"Saya sudah biasa meminjam dana koperasi, meski berbunga tetapi memang kita butuh, " katanya.

Diterangkannya, jika ia pernah mengajukan pinjaman berupa KUR dari bank plat merah, namun untuk pinjaman kedua ternyata bunganya cukup besar.

"Awalnya kita cuma dikenakan bunga sekitar Rp 600 ribuan, tetapi ketika meminjam kembali untuk tambahan modal dengan nominal sama (Rp 10 juta), bunganya menjadi Rp 2 juta. Kan besar juga bagi kita untuk usaha kecil, " terangnya.

Diakuinya, jika saat kewajibannya membayar tagihan pasti ia lakukan, dan selama ini tidak ada masalah.

"Kebetulan petugas koperasinya kenal sama kita, sehingga kalaupun ada keterlambatan mereka terkadang mengerti. Namun, yang nagih juga kadang ngerti, " paparnya.

Baca juga: Di Sumsel ada 7.170 Koperasi dan 4.337 yang Aktif, Palembang Jadi yang Terbanyak -2

Baca juga: LIPSUS : Berharap Untung dari Koperasi, Dapat Pinjaman Mudah Atau Terjerat Beratnya Beban Bunga? -1

Hal senada diungkapkan Sugiran (50), jika ia sangat terbantu dengan pinjaman koperasi, dan tidak ada masalah.

"Pastinya kita minjam saat mendesak saja, apa butuh modal usaha atau untuk keperluan anak sekolah. Kalau tidak mendesak kita tidak meminjam, " ucapnya.

Pria yang sehari- harinya adalah penjahit ini pun tak memungkiri jika meminjam dana koperasi lebih besar bunganya dibanding perbankan.

"Kalau meminjam di perbankan belum tentu pinjaman dikabulkan, jikapun dikabulkan prosesnya ribet sana sini. Padahal pinjaman tidak besar, sekitar lima sampai sepuluh juta saja. Sedangkan kalau koperasi cepat prosesnya, apalagi jika kita ikut sebagai nasabah yang nyimpan uang juga, " tandasnya.

Di sisi lain, salah satu petugas penagih koperasi Robi mengaku, jika pekerjaanya memang memiliki risiko besar.

Namun, selama pekerjaan itu dilakukan dengan cara kekeluargaan ke nasabah hal itu dianggapnya lebih mudah.

"Pastinya kalau bekerja soal hutang piutang ada resikonya, tapi kita tetap lebih hati- hati, " terang Robi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved