Berita Banyuasin Bangkit

9 Bulan Menjabat, Pj Bupati Banyuasin Kembali Dipuji Tim Evaluasi Kemendagri, Tunjukkan Kinerja Baik

Hal ini ditunjukkan dengan cemerlangnya pencapaian 10 indikator kinerja prioritas Pemerintah Banyuasin sepanjang Periode I Triwulan III Tahun 2024.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Sri Hidayatun
ardiansyah/tribunsumsel.com
Penjabat Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, SH terus berupaya meningkatkan kinerjanya selama 9 bulan menjalankan tugas dan mengemban amanat negara. 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Penjabat Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, SH selama 9 bulan menjabat mendapat pujian dari Tim Penguji Itjen Kemendagri, Dimyati.

Hal ini ditunjukkan dengan cemerlangnya pencapaian 10 indikator kinerja prioritas Pemerintah Banyuasin sepanjang Periode I Triwulan III Tahun 2024.

“Kami terus memotivasi aparatur Pemkab Banyuasin agar semua kebijakan, program dan kegiatan bisa mencapai target dan sasaran yang ditetapkan,” kata Pj. Bupati Hani Syopiar Rustam di Jakarta, Rabu (19/6/2024). 

Menurut tim penguji, Hani secara keseluruhan telah menunjukkan kinerja yang baik ditunjukkan dari hasil berbagai sektor yang mengalami tren positif dalam perkembangannya.

“Ini kok sudah bagus. Kenapa saya tanya nempa (pesan) dimana, kok bisa laporannya sebagus ini,” kata Pengawas Utama (Wastama) yang dikenal jarang memuji peserta ini.

Hani memaparkan sejumlah indikator makro yang berhasil dicapai jajaran Pemkab Banyuasin.

Pertama, Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang merupakan leading indicator dari inflasi. Hingga Maret 2024, IPH Kabupaten Banyuasin tercatat sebesar 1,98 persen. Jumlah tersebut terus turun dan pada Minggu Kesatu Juni 2024 tercatat deflasi sebesar -0,12 persen.

Meskipun Banyuasin bukan termasuk daerah penghitungan inflasi, namun Pj Bupati Hani terus melakukan upaya pengendalian sesuai arahan Pemerintah Pusat agar inflasi daerah tetap rendah atau stabil, dengan sejumlah strategi.

“Untuk mempertahankan keterjangkauan harga kami rutin menggelar operasi pasar murah yang disertai dengan memantau harga kebutuhan pokok di berbagai kecamatan hingga tingkat distributor,” kata Hani Rustam.   

Bukan hanya itu, Pemkab Banyuasin tampak serius menjaga harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pasokan pangan, terutama padi, cabe dan jagung.

Baca juga: Pj Bupati Banyuasin Dampingi Kepala Badan PPSDMP Kementan RI Lepas dan Kukuhkan Siswa SMK PP Sembawa

Hal ini terlihat dengan pembangunan jaringan irigasi, peningkatan produksi padi, pemberian bibit ikan, penyaluran cadangan pangan, hingga mengajak masyarakat ikut andil dalam gerakan menanam sayur-sayuran.

“Untuk kelancaran distribusi kami meningkatkan pembangunan ruas jalan, melakukan penguatan dan perluasan kerja sama antar daerah,” ungkap Hani.

Berbagai upaya juga dilakukan Pemkab Banyuasin dalam hal mengatasi stunting, inovasi unggulan dalam bentuk Pelayanan Kolaboratif, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Dalam pemberantasan stunting, tercatat angka prevalensi stunting Kabupaten Banyuasin pada 2023 sebesar 20,42 persen. Jumlah ini lebih rendah dari angka stunting nasional 21,5 persen.

Pada Mei 2024 tercatat sebanyak 52.413 balita di Banyuasin.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved