Berita OKI

Penyebab Gaji ke 13 ASN dan PPPK Guru di OKI Terlambat, BPKAD Beri Penjelasan

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan pembayaran gaji ke 13 secara bertahap kepada para pegawai ASN, TNI, Polri di

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, Ir. Mun'im 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Winando Davinchi

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan pembayaran gaji ke 13 secara bertahap kepada para pegawai ASN, TNI, Polri di beberapa wilayah di Indonesia.

Di tengah kegembiraan penerimaan gaji ke 13, hal berbeda dirasakan oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tenaga guru yang bekerja di pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Pasalnya, mereka hingga kini belum juga penerimaan gaji ke 13 tersebut.

"Benar, khusus ASN dan PPPK tenaga pendidik belum disalurkan. Namun untuk tenaga kesehatan, tenaga teknis dan lainnya gaji ke 13 sudah dikirim Senin (10/6) lalu," ucap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah OKI, Ir. Mun'im pada Kamis (13/6/2024).

Masih kata Mun'im, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan OKI, terkait pencairan gaji ke 13 bagi ASN dan P3K guru.

"Alasan belum dapat disalurkan, lantaran mereka (Dinas Pendidikan) hingga kini belum menggeser arus kas," jelasnya.

Menurut dia, dikarenakan belum dilaksanakannya pergeseran arus kas, menimbulkan keterlambatan yang dapat memakan waktu lebih lama hingga bulan Juli mendatang.

"Untuk itu kami harap para guru di OKI harap bersabar, tetap akan dibayar meski terlambat," tuturnya.

Sementara itu, Amel salah seorang guru P3K Sekolah Dasar di Kayuagung mengatakan sempat kecele saat mengantre di gerai ATM (Anjungan Tunai Mandiri) rupanya saldo belum bertambah.

"Saya sangat menantikan pencairan gaji ke 13, karena dinas lain sudah pada cair," katanya.

Meskipun terjadi keterlambatan, Amel berharap proses cepat dan tidak perlu menunggu waktu terlalu lama.

"Tadinya mau dipakai untuk menambah budget keperluan anak sekolah di tahun ajaran baru," sebut dia.

"Dikarenakan memang biasanya pencairan bertepatan moment tahun ajaran baru, akan tetapi sepertinya harus mencari dana lain," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved