Berita OKU Timur

Beberapa Minggu Gas LPG 3 Kg Langka di OKU Timur, Masyarakat Mulai Bingung, Harga Tembus Rp 30 Ribu

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada gas subsidi ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Penulis: CHOIRUL RAHMAN | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Choirul Rahman
Masyarakat Saat Mencari Gas LPG 3 Kg Menggunakan Motor - Sudah Beberapa Minggu Masyarakat di OKU Timur Kesulitan Cari Gas LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp 30 Ribu 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Masyarakat Kabupaten OKU Timur saat ini tengah menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kilogram.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada gas subsidi ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini membuat harga di kalangan masyarakat melambung tinggi.

Banyak warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut dengan harga yang terjangkau.

Bahkan sebagian besar warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya dengan menggelar pasar murah.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) OKU Timur sudah melayangkan surat resmi kepada PT Pertamina (Persero) terkait keluhan masyarakat tentang kelangkaan gas LPG 3 kilogram tersebut.

Tapi sangat disayangkan, hingga saat ini belum ada langkah pasti dari pihak pemerintah maupun Pertamina untuk bisa meretas kelangkaan ini.

Namun, masyarakat terus berharap agar pemerintah segera memberikan solusi konkret agar mereka bisa kembali mendapatkan gas elpiji dengan mudah dan harga yang wajar.

Baca juga: Belum Ada Solusi, Kelangkaan Gas LPG Terus Berlanjut di Kabupaten OKU Timur

Baca juga: Dibangun Mulai Tahun 2025, OKU Timur Bakal Punya Flyover Sungai Tuha Sepanjang 725 Meter

Dengan adanya langkah cepat dan tepat dari pemerintah, diharapkan kelangkaan ini dapat segera teratasi dan masyarakat OKU Timur dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal kembali.

Melihat kondisi ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) OKU Timur, dapat segera menggelar pasar murah.

Fajar salah satu masyarakat Desa Perjaya, Kecamatan Martapura menyampaikan, saat ini pasar murah sangat diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil.

"Warga sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Pasar murah bisa menjadi solusi jangka pendek untuk meringankan beban kami," katanya, Selasa (21/05/2024).

Ia juga mengaku, kesulitan karena gas LPG 3 kilogram yang langka dan susah dicari saat ini. Ia sudah keliling desa bahkan sampai ke desa tetangga hingga ke kecamatan.

"Saya kesulitan karena gas langka ini, sebab ibu saya inikan jualan warung makanan di rumah. Laju keliling sekarang sudah kemana-mano nyari gas. Harga berapa pun terpaksa saya beli," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, untuk harga per tabung gas ini bervariatif mulai dari Rp 23.000, Rp 25.000 lalu Rp 27.000.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved