Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Evaluasi Kegiatan Study Tour Usai Sejumlah Siswa Tewas Kecelakaan Bus

Politisi Dedi Mulyadi bereaksi atas kecelakaan maut PO Bus menewaskan 11 siswa SMK Lingga Kencana Depok. Meminta pemerintah larang kegiatan study tour

|
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Tribunjabar / Ahya Nurdin
(kiri) Dedi Mulyadi bersama Kompolnas RI meninjau bangkai bus maut Trans Putra Fajar di terminal Subang, Senin (13/5/2024). . (Kanan) rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok. Politisi Dedi Mulyadi bereaksi atas kecelakaan maut PO Bus menewaskan 11 siswa SMK Lingga Kencana Depok. Meminta pemerintah larang kegiatan study tour 

Terkait hal itu, Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok belum mengetahui hal ini.

"Kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengecek informasi ini," kata Dian Nurfarida dari Bagian Informasi Yayasan Kesejahteraan Sosial di SMK Lingga Kencana, Depok, Minggu (12/5/2024).

Dian menjelaskan, pemilihan bus yang dipakai dalam kegiatan perpisahan siswa-siswi SMK Lingga Kencana ke Bandung pada 10-11 Mei 2024 dilakukan oleh pihak travel.

"Sekolah menggunakan pihak ketiga untuk mencari bus. Pihak travel yang menyediakan bus tersebut. Soal informasi tiga bus yang dipakai berasal dari PO berbeda, kami akan cek lagi. Kami belum mendalami soal ini," ujar Dian.

Dian mengucapkan bahwa sekolah yakin menggunakan bus tersebut karena sudah dilakukan pengecekan sebelum jalan.

"Kami yakin bus aman karena penyewaan dilakukan secara resmi dengan PO. Kami tidak tahu jika masa uji KIR-nya sudah lewat," ucap Dian.

Kondisi siswa dan guru SMK Lingga Kencana yang selamat kecelakaan maut bus di Subang, Jawa Barat alami trauma.
Kondisi siswa dan guru SMK Lingga Kencana yang selamat kecelakaan maut bus di Subang, Jawa Barat alami trauma. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Menurut Dian, SMK Kencana rutin menggelar kegiatan wisuda dan perpisahan, baik di lingkup sekolah maupun keluar kota.

"Tahun ini sekolah menggelar perpisahan di Bandung. Pesertanya 157 siswa dan guru yang dibagi dalam 3 bus," terang Dian.

Dian menegaskan saat ini pihak yayasan fokus menangani korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.

"Kami fokus tangani korban. Persoalan bus nanti kami koorfinasi dengan instansi terkait," jelas Dian.

Sebagai informasi, Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD 7524 OG yqng terlibat kecelakaan di Subang diduga telah melewati masa uji KIR.

Hal ini diungkapkan oleh Dinas Perhubungan Wonogiri sebagai lokasi pendaftaran perizinan bus tersebut.

"Dari dokumen kami, uji KIR bus ini berakhir Desember 2023, tapi statusnya itu masih AKDP. Sesuai data yang sekarang ada, uji KIR sudah terlambat dan belum diujikan lagi," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri Waluyo ketika dihubungi pada Minggu (12/5/2024).

Penyebab Kecelakaan

Dugaan penyebab kecelakaan bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) sekitar pukul 18.45 WIB.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved