Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Sosok Suprayogi Guru SMK Lingga Kencana yang Tewas Kecelakaan di Subang, jadi Panutan di Sekolah

Inilah sosok guru SMK Lingga Kencana yang ikut tewas kecelakaan bus di Subang bersama 9 pelajar.

Tribunnews.com/ Gita Irawan
Inilah sosok guru SMK Lingga Kencana yang ikut tewas kecelakaan bus di Subang bersama 9 pelajar. 

Bagaimana tidak, Suprayogi lah yang menyekolahkan Karnaen saat duduk di bangku SMA hingga tamat.

Pengakuan sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas.
Pengakuan sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Karnaen yang saat ini tinggal di Cianjur pun sempat tinggal bersama Suprayogi selama kurang lebih empat tahun lamanya semasa bujang.

Saat ini, Karaen berprofesi sebagai dosen di Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur dan Universitas Terbuka, sekaligus advokat Peradi.

Baca juga: Tangis Histeris Orang Tua Siswa SMK Lingga Kencana Saat Sambut Anak Selamat Kecelakaan Bus di Subang

Posisi yang ditempati Karnaen saat ini, tidak lepas dari peran besar Suprayogi.

"Saya tamat SMA sama beliau disekolahin. Sampai saya saya bisa kuliah S1 dan S2 saya biaya sendiri, didikan beliau," kata Karnaen, dikutip dari Tribunnews, Minggu (12/5/2024). Dikuutip dari TribunJabar.id

Cerita siswi SMK Lingga Kencana Depok, soal kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat.
Cerita siswi SMK Lingga Kencana Depok, soal kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat. (Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra)

"Saya dulu pernah SMA di Sawangan sini, SMA Islam," tambahnya.

Menurut Karnaen, Prayogi memberikan jalan baginya untuk bisa menempuh pendidikan hingga bekerja.

"Saya harus bisa mandiri, saya berkat dari beliau, saya SMA, sampai saya kerja, sampai kuliah, sampai saya jadi pengacara, jadi dosen, berkat beliau. Makanya saya sangat kehilangan," jelasnya.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Maut Rombongan Siswa Lingga Kencana di Subang, Sopir: Tolong Pegangan

Lebih lanjut, Karnaen bercerita ia mendapatkan kabar kecelakaan maut itu dari adik-adiknya.

Ia terkejut ketika melihat nama Suprayogi di salah satu daftar korban meninggal kecelakaan maut tersebut.

Karnaen mengaku terakhir bertemu kakaknya serta saudara-saudaranya pada saat ibu mereka wafat sekira dua tahun lalu.

Pada lebaran tahun ini, ia pun menyesal hanya sempat mengucapkan selamat Idulfitri kepada kakaknya tersebut karena kesibukan.

"Memang beliau pernah berpesan juga sama adik saya, mau ketemu adik-adiknya," kata Karnaen.

"Mau ngumpul. Itu pas lebaran dua hari. Katanya dia kangen sama adik-adiknya," lanjut Karnaen menahan tangis.

Kini, sosok pengayom keluarga itu pun telah tiada.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved