Citizen Journalism
Menelisik Ancaman Keamanan Pada Bangunan Rumah Susun 24 Ilir Palembang
Kondisi lingkungan sekitar rusun yang kurang terjaga kebersihanya tentunya juga mempengaruhi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang tinggal.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kondisi Rumah Susun (Rusun) di 24 Ilir Palembang cukup memprihatinkan.
Kondisi lingkungan sekitar rusun yang kurang terjaga kebersihanya tentunya juga mempengaruhi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang tinggal.
Dari segi bangunan, Rusun 24 Ilir saat ini berpotensi membahayakan penghuni karena terdapat beberapa kerusakan.
“kalo naik tanggonyo harus pelan-pelan kak, soalnyo tanggonyo tu banyak yang lah retak mak ini nah kak. Terus besinyo ni mencak lah nak lepas itu nah," Ujar anak berinisial O (12) saat dibincangi.
Diilihat dari bangunannya, beberapa anak menyampaikan jika mereka merasa kurang aman dikarenakan anak tangga yang retak dan tepi tangga tidak dilengkapi oleh besi pelindung.
Hal ini banyak ditemui pada bangunan bangunan rusun.
Seperti yang kita ketahui bahwa bangunan rusun memiliki jarak yang cukup dekat antar bangunan, terdiri dari beberapa lantai dan bukan hanya orang dewasa saja yang jadi penghuni namun juga ada banyak anak anak yang tinggal, sehingga keamanan tangga semestinya diperhatikan.
Kualitas kekuatan bangunan rusun juga agak memprihatinkan.
Keadaan bangunan yang tampak tidak kokoh dilihat dari beberapa kayu peyangga atap yang tidak beraturan dan atap bangunan mulai keropos yang bisa jatuh kapan saja.
Ini berpotensi menimpa warga, oleh karena itu diperlukan tindakan lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan yang ada di wilayah Rusun.
Rusun 24 Ilir merupakan hunian vertikal yang padat, baik padat secara jumlah orang dalam bangunan maupun padat secara penataan bangunan.
Tiap 1 bangunan rusun diisi 2-5 orang.
Padatnya hunian di Rusun 24 Ilir akan menambah kompleksitas kehidupan yang menghasilkan keberagaman kebiasaan dari para penghuni.
Secara sederhana misalnya kebiasaan penghuni yang masih banyak meletakan barang di teras bangunan tanpa penataan yang baik, berupa barang tidak terpakai, barang-barang bekas, ataupun barang-barang dalam bentuk besar lainnya yang apabila diobservasi dapat membahayakan apabila barang-barang tersebut jatuh dari hunian lantai atas ke bawah.
Selain itu, kondisi bangunan seperti jarak antar hunian dan padatnya orang tiap hunian, dapat menyebabkan dampak pada kesehatan berupa meningkatkan risiko penyakit menular dan gangguan kesehatan mental berupa kecemasan karena kurangnya privasi dan timbul rasa ketidaknyamanan.
| Cegah Stunting dan Jajanan Tak Sehat, Siswa SDN 6 Kelekar Muara Enim Dapat Edukasi Pola Hidup Sehat |
|
|---|
| Tanam Bibit Jagung, Labu dan Cabai,Mahasiswa KKN UIN RF Dorong Pemberdayaan Perempuan di Muara Enim |
|
|---|
| OPINI : Urgensi Manajemen Strategi Berbasis Hukum dalam Memperkuat Kinerja Pengadilan |
|
|---|
| Dokter RSUD Sekayu Alami Kekerasan, Pengamat Perilaku Kesehatan: Nakes Punya Hak Hentikan Pelayanan |
|
|---|
| OPINI: Lebak Lebung, Aset Wisata Lingkungan yang Masih Tertidur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Keadaan-Penataan-Bangunan-Rusun-24-Ilir.jpg)