Berita Lahat
Merasa Dipelototi, Dedong Aniaya Pelajar Hingga Pingsan, Berbohong Sebut Korban Alami Kecelakaan
Pria di Lahat ditangkap polisi karena menganiaya pelajar hingga pingsan. Pelaku juga berbohong sebut korban alami kecelakaan.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Rahmi menceritakan, awalnya pihak sekolah mendapat laporan langsung dari seorang laki-laki tidak dikenal hari Jum'at (23/2/2024) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.
Sedangkan, jadwal pulang sekolah SMP Negeri 6 Lahat pada Jum'at yakni pukul 11.30 WIB.
Informasi diterima, bahwa ada siswa SMP Negeri 6 Lahat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan Kecamatan Pagar Agung dan sudah di bawak ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah Lahat.
Lalu untuk memastikan laporan tersebut, pihak sekolah bergegas menuju ke rumah sakit dan mendapati kebenaran laporan tersebut, yang menyatakan ada siswanya yang mendapatkan perawatan dan dalam kondisi tidak sadarkan diri, serta masih menggunakan seragam khas sekolah batik hijau.
Kemudian, Selasa 27 Februari 2024 pihak sekolah kembali mau menjenguk korban ke rumah sakit yang ternyata sudah dibawa pulang pihak keluarga.
"Kami juga terkejut, setelah beberapa hari kejadian tersebut dan menurut pemberitaan di media sosial yang mengatakan jika AG bukan korban kecelakaan lalu lintas tapi korban penganiayaan oleh seorang pria dewasa," ujar Rahmi, Minggu (10/3/2024).
Dikatakan Rahmi, orangtua korban sempat datang ke sekolah menyampaikan kronologi kejadian.
Orangtua AG mengatakan, bahwa setelah pulang sekolah korban minta izin kepada pihak pondok untuk pulang ke Kikim.
Setelah itu korban menunggu kendaraan di dekat sebuah rumah kontrakan, yang pada saat itu bertemu dengan pelaku penganiayaan.
Pada pertemuan itu terjadi penyebab yang menjadi pemicu perbuatan penganiayaan, pelaku berkata kepada korban bahwa dia luat (bahasa daerah Lahat, artinya tidak suka) kepada korban.
Seketika korban menanggapinya dengan senyuman.
Karena merasa tidak terima dengan senyuman korban yang mungkin dianggap ejekan, maka pelaku mulai melakukan tindakan tidak terpuji tersebut yang diduga dilakukan di rumah kontrakan pelaku.
Setelah melakukan penganiayaan pelaku menyeretnya ke pinggir jalan untuk membuat alibi bahwa korban adalah korban kecelakaan lalu lintas.
Setelah mendapat penjelasan dari saksi tentang kejadian yang sebenarnya maka pihak keluarga melaporkan ke pihak kepolisian.
"Sementara itu korban dan saksi (teman korban) dibawa orangtua ke Kikim untuk melindungi mereka dari ancaman pelaku sampai ada kejelasan kasus ini. Setelah pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku penganiayaan ini baru kami tahu bahwa pelaku dan pelapor kejadian adalah orang yang sama.
Rahmi menambahkan, karena AG merupakan siswa jenjang kelas atas (IX) yang akan menghadapi ujian sekolah. Dengan kejadian ini, pihak sekolah akan membantu memberi keringanan kepada AG saat pelaksanaan ujian. Mengingat kondisi AG yang dalam keadaan belum sehat.
"AG dapat melakukan ujiannya secara daring saja," ujar Rahmi.
2 Begal Asal Empat Lawang Gagal Beraksi di Lahat, Motor Dibakar Massa Hingga Pelaku Lari ke Kebun |
![]() |
---|
Hujan Tak Merata Terjadi di Lahat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana |
![]() |
---|
Demi Jaminan Kualitas, Widia Ningsih Ungkap Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Lahat |
![]() |
---|
Lahat Akhirnya Miliki Dewan Pengupahan, Bakal Segera Dikukuhkan Oleh Bursah Zarnubi |
![]() |
---|
Tinjau Lokasi Budidaya, Langkah Bursah Zarnubi Wujudkan Target Lahat Setop Datangkan Ikan dari Luar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.